Data APK Pendidikan Temanggung Invalid

151

TEMANGGUNG—DPRD Kabupaten Temanggung menemukan data angka partisipasi kasar (APK) pendidikan di Kabupaten Temanggung invalid. Data tersebut dinilai tidak didasarkan pada fakta dan cenderung angka perkiraan. Pihak legislatif mendesak agar Pemkab melakukan kajian ulang karena angka invalid tersebut berarti angka fiktif.
Anggota Fraksi Golkar DPRD Temanggung, Jumadi, mengatakan, data yang tidak valid tersebut ditemukan pada APK Sekolah Lanjutan Atas (SLA). Data tersebut tidak memiliki dasar yang kuat sehingga hasil yang disimpulkan lebih merupakan angka perkiraan. “Tidak memiliki daftar yang pasti,” katanya.
Ia mengatakan, data APK siswa yang tidak melanjutkan dari tingkat SMP ke SMA dinilai tidak memiliki dasar yang kuat. Dengan demikian, maka simpulan akhir tentang APK tidak memiliki validitas data yang secara hukum tidak sah. “Kami merekomendasikan buat data sesuai dengan data riil, baik yang melanjutkan di daerah maupun di luar daerah,” katanya.
Terpisah, Wakil Bupati Temanggung Irawan Prasetyadi, mengatakan, pihaknya mengaku bahwa angka partisipasi pendidikan SMA dan SMP cenderung mengalami penurunan. Lulusan SMP terdapat penurunan saat melanjutkan ke SMA. “Tetapi sebenarnya bukan menurun, karena banyak yang sekolah di luar Kabupaten Temanggung,” katanya.
Ia mengatakan, sebenarnya apabila dihitung total, tidak terdapat penurunan prosentase APK dalam jumlah yang besar antara SMP dan SMA. Namun karena banyaknya yang melanjutkan di luar kabupaten menyebabkan terlihat menurun. (zah/lis)