Awalnya Sepi, Ramai Pengunjung setelah 4 Tahun

131

Indriati Tri Kusumastuti, 9 Tahun Kembangkan Resto Healthy Food

Kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi makanan sehat semakin meningkat. Peluang ini dibaca oleh Indri Tri Kusumastuti. Ia pun membuka usaha kuliner berkonsep healthy food. Seperti apa?

NURUL PRATIDINA

SEJUMLAH menu makanan dan minuman tradisional menjadi sajian dalam perayaan ke-9 tahun Basilia The Natural Kitchen Café & Dine, Selasa (20/5) lalu. Tak ketinggalan beberapa olahan menu ala barat ikut dikenalkan. ”Ini semua home made. Tidak ada yang menggunakan penyedap rasa,” kata Indriati Tri Kusumastuti, pemilik Basilia The Natural Kitchen Café & Dine.
Perempuan yang akrab disapa Indri ini memulai usahanya tersebut sejak 9 tahun lalu. Berawal dari kegemarannya memasak serta keinginan untuk menularkan gaya hidup sehat, maka diangkatlah konsep usaha makanan sehat ini. ”Ada kepuasaan tersendiri saat kita menjual sesuatu yang baik. Bukan hanya dari segi rasa, namun juga memperhatikan sisi kesehatan,” ujarnya kepada Radar Semarang.
Menurutnya, konsep makanan sehat mengacu pada pengolahan makanan tanpa bahan pewarna, tanpa bahan pengawet, serta menggunakan bahan berkualitas yang segar. Salah satunya pemilihan komposisi makanan menggunakan bahan organik. ”Konsep makanan sehat juga memberikan dampak baik untuk lingkungan. Perilaku dan kondisi lingkungan yang kurang bersahabat memicu masyarakat rawan penyakit degeneratif,” katanya.
Indri mengakui, mengedukasi konsep makanan sehat kepada masyarakat membutuhkan perjalanan panjang. Kali pertama dibuka pada 2005 lalu, usahanya tersebut belum mendapat respons dari masyarakat. ”Saya buka resto ini pada 2005, saat itu masih sepi. Empat tahun berjalan, baru mulai ramai,” kenangnya.
Perempuan kelahiran Kudus ini terus berupaya mengedukasi masyarakat dengan rajin menyebarkan brosur tentang gaya hidup sehat. Termasuk juga menyisipkan di buku menu tentang pentingnya mengonsumsi makanan sehat.
Respons positif ditanggapi dengan dibukanya sebuah outlet baru, yakni Massimo Italian Restaurant pada Maret 2011. Restoran tersebut menyuguhkan makanan Italia, yang juga mengusung makanan sehat dan segar. Ekspansi terus dilakukan Indri pada 11 Desember 2013 dengan membuka outlet di daerah Candi.
Meski sistem di bisnis kulinernya tersebut telah berjalan, Indri masih tetap turun langsung ke lapangan. Mulai pemilihan bahan, memasak, hingga mengecek kualitas pelayanan. Ia menyadari bisnis kuliner tak hanya mengedepankan rasa, tapi juga pelayanan.
”Khususnya untuk masak, ya saya masih tetap ikut terlibat. Karena memang hobi sih. Capek sih ya, bangun jam 05.00 kadang jam 03.00 atau jam 04.00 pagi untuk mempersiapkan masakan. Karena harus fresh jadi nyiapinnya ya pagi,” ujarnya.
Ibunda dari Shalimar dan Dharma ini sangat bersyukur, usahanya ini sudah berjalan dan dibantu oleh sejumlah karyawan. Sehingga ia punya banyak waktu untuk keluarga. ”Di awal dulu sempat diprotes anak karena terlalu sibuk, tapi sekarang sudah berjalan, jadi waktunya lebih banyak untuk menemani anak,” katanya.
Saat ini, lanjut Indri, perkembangan usaha healthy food di Kota Semarang semakin menggairahkan. Salah satunya karena kesadaran masyarakat akan makanan sehat semakin meningkat. Ke depan, ia berencana mengembangkan sister restaurant bernuansa Jawa dengan citarasa orisinal dan mengacu pada konsep awal. ”Jauh sebelum saya memulai usaha Basilia, sebetulnya konsep restoran bernuansa Jawa yang ingin saya usung,” akunya. (*/aro/ce1)