SALATIGA — Munculnya minimarket modern di Kota Salatiga yang terus tumbuh, menuai protes warga. Kali ini, warga RT 03 RW 08 Tingkir Tengah, memprotes pembangunan sebuah minimarket waralaba di wilayah mereka.
Warga memprotes karena beberapa alasan. Yakni, soal jarak hingga perizinan yang tidak melibatkan warga sekitar. Juga minimarket yang dibangun, hanya berjarak 7 kios dari minimarket lainnya. Alhasil, pedagang kecil yang ada di sekitar minimarket menjerit. Mereka merasa jadi korban.
”Kami ini orang kecil hanya bisa pasrah. Hanya bisa mengeluh. Meski sudah bersurat ke wali kota, namun tidak mendapatkan respons sama sekali,” ucap seorang pedagang yang ditemui wartawan, kemarin.
Perempuan yang enggan menyebutkan namanya itu mengatakan, surat keberatan pembangunan berstempel 3 RT. Yakni, RT 1, RT 2 dan RT 3. ”Namun, pembangunan jalan terus, karena surat izin sudah ditandatangani sebelum warga mengetahui mengenai rencana pembangunan minimarket,” keluhnya.
Protes pembangunan minimarket di Salatiga, sebenarnya sudah tidak terhitung. Mulai kalangan dewan, aktivis, hingga masyarakat umum. Pemkot sendiri pernah berjanji bakal membatasi. Tapi, faktanya, minimarket modern terus saja bermunculan.
Klarifikasi awal, Pemkot menyatakan hanya akan memperbolehkan di jalan-jalan utama. Namun, sekarang justru masuk ke pelosok-pelosok. Seperti di Klaseman. Dan, terbaru di Jalan Yos Sudarso.
Anggota Komisi II DPRD Kota Salatiga, Malikhah mengklaim, pihaknya sudah berkali-kali menyatakan keberatan. ”Namun, selalu berdalih kepada regulasi. Maka, kini kami hanya bisa meminta para pejabat yang memberikan izin untuk bertanya kepada diri serta hati nuraninya sendiri.”
Terpisah, Kabag Humas Setda Adi Setiarso saat dikonfirmasi menuturkan, seluruh pembangunan yang dilaksanakan, harus memenuhi aturan yang ada. ”Pembangunan harus ada permintaan izin dan tentunya harus dilengkapi syarat-syarat antara lain izin lingkungan.” (sas/isk/ce1)