Warga Minta Rp 25 Juta per Meter

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

Ganti Rugi Proyek Underpass Jatingaleh

NGESREP — Proyek underpass atau jalan bawah tanah Jatingaleh mulai ada progres. Tim pengadaan lahan Pemkot Semarang kemarin (22/5) melakukan sosialisasi terkait pembebasan lahan kepada warga yang terkena dampak proyek tersebut di Balai Kelurahan Ngesrep.
Menurut Ketua Tim Pengadaan Lahan Underpass Jatingaleh Eko Cahyono, kegiatan ini merupakan sosialisasi kali pertama yang dilakukan pemkot terkait proyek pembangunan underpass Jatingaleh. Termasuk, menyosialisasikan terbitnya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Kepentingan Umum.
”Jadi, ini baru langkah awal, baru woro-woro, kulo nuwun kepada warga terkait pengadaan tanah yang dilakukan Pemkot Semarang. Jadi, belum ada hasilnya seperti apa,” katanya usai menggelar sosialisasi.
Asisten I Setda Kota Semarang tersebut menjelaskan, berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan pemkot ada 56 peta bidang tanah dengan luas 1,1 hektare yang dibutuhkan untuk membangun underpass. Dalam sosialisasi tahap pertama kemarin warga menyambut positif dengan rencana pembangunan underpass. Pihaknya berharap sambutan positif warga berlanjut hingga tahap akhir.
”Warga sambutannya positif, mudah-mudahan berlanjut sampai akhir. Karena kita membutuhkan proyek ini untuk kepentingan yang jauh lebih luas,” harapnya.
Disinggung masalah harga taksir, Eko menyatakan masalah taksiran harga bidang dan negosiasi masih jauh. Artinya, masih menunggu dari pendataan dan hitungan dari tim appraisal. ”Dalam pertemuan ini kita belum membicarakan masalah harga ganti untung. Kita masih menunggu hasil hitungan appraisal. Setelah sosialisasi ini, besok (hari ini) kita akan lakukan pematokan,” ujarnya.
”Setelah pengukuran bidang, dari situ baru diketahui luasan tanah yang terkena, bangunan yang terkena, tanaman yang terkena. Setelah itu, di-appraisal untuk penghitungan nilai ganti untungnya. Jadi, negosiasi harga masih jauh, masih lama,” imbuh mantan Kepala Dinas Tata Kota dan Perumahan Kota Semarang ini.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) pembebasan lahan underpass Jatingaleh Sukardi menambahkan, pematokan bidang akan dilakukan selama tiga hari pada Jumat, Senin, dan Rabu. Hal itu untuk mengetahui batasan-batasan yang terkena. Setelah data peta bidang jelas, lanjut Sukardi, baru dilakukan pengukuran lahan warga. ”Setelah pengukuran peta bidang selesai, nanti ada pihak independen yang melakukan taksir harga. Baru dilakukan musyawarah,” katanya.
Data sementara saat dilakukan Design Engineering Detail (DED) kurang lebih 56 peta bidang. Data itu dilakukan pada 2008. ”Sekarang kan sudah tahun 2014, jadi kemungkinan sudah banyak perubahan. Jadi, dalam pengukuran besok (hari ini, Red) baru diketahui peta bidang sebenarnya,” ujarnya.
Menurut Sukardi, lebar lajur underpass bervariasi, namun rata-rata sekitar 5-7 meter dari yang ada. Akan ada penambahan satu lajur di sisi kanan dan kiri jalan. Sementara panjang underpass sekitar 1 kilometer. Berdasar gambar DED, titik u-turn pertama berada di dekat pertigaan Jalan Kesatrian dan u-turn kedua setelah Pasar Jatingaleh sebelum tanjakan naik Gombel.
Dalam pertemuan kemarin memang sejumlah warga sudah menanyakan nilai ganti untung yang akan ditawarkan pemkot. Namun tim pengadaan lahan belum bisa menjawabnya. Sebab, tim appraisal belum melakukan penghitungan.
”Sesuatu yang wajar pada saat sosialisasi warga menanyakan harga ganti untung per meter berapa? Tapi kita belum mengumumkan, kita baru inventarisasi. Yang pasti tahun 2014 ini masalah pembebasan lahan harus sudah selesai, karena 2015 sudah pengerjaan fisik oleh pusat,” tegasnya.
Eko Wibowo, warga Ngesrep yang lahannya bakal terkena proyek pembangunan underpass mendukung program tersebut. Menurutnya, lalu lintas di kawasan Jatingaleh memang sudah krodit dan perlu ada rekayasa lintas di titik tersebut.
”Namanya pembangunan demi kepentingan umum saya mendukung. Saya juga senang kalau jalannya lancar, akses keluar masuk mudah. Semoga cepat terealisasi,” harapnya.
Disinggung mengenai permintaan nilai ganti untung, pemilik ruko dua lantai yang sudah berdiri 7 tahun itu belum bisa menyebutkan. Namun berdasar nilai jual objek pajak (NJOP) di kawasannya, harga per meter sekitar Rp 4 juta.
”Kalau harga pasar saya tidak tahu. Tapi, tadi (kemarin) dalam pertemuan juga belum menyebut nilai. Sebenarnya saat membangun ruko, saya sudah melakukan antisipasi lebih menjorok ke dalam bangunannya. Tapi belum tahu juga nanti yang terkena berapa meter,” kata pria yang lahan rukonya memiliki luas 600 meter persegi itu.
Nur Dharto, warga Jatingaleh yang juga hadir dalam sosialisasi kemarin mendukung langkah pemerintah membangun underpass Jatingaleh. Lahan Nur Dharto yang terkena di atasnya berdiri sebuah apotek. Dia memprediksi lahan yang terkena adalah tempat parkir. Tidak sampai ke bangunan apoteknya. ”Saya belum tahu nanti yang terkena berapa meter. Mungkin yang kena parkirannya saja,” ujar Nur Dharto.
Nur Dharto mengaku sudah menempati lahan tersebut sejak 2007. Pihaknya juga belum mengungkapkan keinginannya terkait nilai ganti rugi. Namun pihaknya berpegang NJOP dan harga pasaran umum. ”Harga pasaran umumnya kalau tidak salah Rp 10 juta-Rp 15 juta dan NJOP Rp 4 juta per meter. Saya akan rundingan dulu dengan tetangga-tetangga sebelah yang juga terkena,” tandasnya.
Sumarno, 47, warga Teuku Umar 104, Kelurahan Tinjomoyo juga belum bisa menyebut harga yang diinginkan terkait ganti rugi lahan miliknya. Pihaknya akan mengikuti warga lain, namun pihaknya berharap nilai yang ditawarkan pemkot bisa melebihi NJOP kawasan tersebut. ”Luas rumah saya sekitar 130 meter persegi, tapi belum tahu berapa yang terkena. Semoga harga yang ditawarkan layak,” terang pria yang sudah tinggal di kawasan tersebut sejak 1967 itu.
Sumarsono, warga Jalan Teuku Umar RT 2 RW 4 Kelurahan Tinjomoyo, mendukung dengan proyek yang akan dilakukan pemerintah itu, tapi pihaknya berharap ada transparansi terkait penghitungan nilai ganti rugi lahan. Pihaknya meminta agar pemerintah memberikan harga di atas NJOP.
”Saya mintanya Rp 25 juta meter, karena lahan yang terkena selama ini saya gunakan untuk usaha. Kami sudah mendukung proyek pemerintah, seharusnya pemerintah juga mendukung warganya yang sudah merelakan lahannya,” ujar pemilik lahan seluas 300 meter persegi yang di atasnya berdiri bangunan seluas 210 meter persegi itu.
Dia menambahkan, setelah pengukuran bidang selesai, warga akan berkumpul untuk menentukan harga ideal. (zal/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Pesantren Perkuat Benteng

GAJAH MUNGKUR – Gerakan ISIS di sejumlah daerah di negeri ini menimbulkan keresahan banyak pihak. Tak terkecuali di lingkungan pesantren. Sejumlah yayasan pesantren pun...

Desak Dewan Perbaiki Infrastruktur Nonfisik

SEMARANG - Kalangan DPRD Jateng menilai Pemprov Jateng hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik seperti jalan ataupun jembatan, sehingga mengurangi anggaran di sektor lain....

Budaya Tetap Ada, Jika Kaum Muda Peduli dan Mau Merawatnya

RADARSEMARANG.COM - Seni budaya peninggalan nenek moyang, Barongan Blora selama ini kerap diidentikkan dengan kaum tua. Untuk mematahkan kesan tersebut, A Eko Yulianto dan...

Technical Terms Kunci Sukses Belajar Bahasa Inggris

RADARSEMARANG.COM - PENGUASAAN kosakata (vocabulary) merupakan prasyarat utama dalam pembelajaran bahasa Inggris. Tanpa terkecuali bagi pembelajaran bahasa Inggris di sekolah kejuruan (SMK). Terlebih dalam...

More Articles Like This

- Advertisement -