Tuntut Wali Kota Tutup Pusat Kebugaran Spa

200

BALAI KOTA — Sekitar 30 orang yang mengatasnamakan Gerakan LSM Antikorupsi (Galak), Kamis (22/5) berunjuk rasa di kompleks Balai Kota Semarang. Mereka menuntut agar Pemerintah Kota Semarang menutup tempat spa Emporium yang berada di Ruko Peterongan Plaza dengan alasan diduga menjadi tempat prostitusi terselubung. Meski tuntutan ditujukan pada Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, tapi aksi digelar di depan gerbang kantor DPRD Kota Semarang.
Koordinator Lapangan Galak Joko Purnomo mengatakan, spa, jasa pijat kebugaran atau layanan terapis yang ditengarai sebagai kedok prostitusi masih saja menjamur. Indikasi prostitusi terselubung tidak hanya di lokalisasi saja, tapi juga di ruko-ruko yang membuka jasa spa atau pijat kebugaran.
”Obsesi Pemerintah Kota Semarang untuk membersihkan praktik prostitusi sepertinya hanya isapan jempol belaka,” tutur pria yang mengaku orang Semarang tapi selama orasi salah menyebut nama Wali Kota Semarang menjadi Hendrar Supendi.
Joko menuntut satpol PP Kota Semarang bisa bertindak tegas dengan adanya dugaan pelanggaran ini. Sebagai penegak perda, lanjutnya, seharusnya satpol dengan tegas menutup Emporium karena menjadi ajang prostitusi.
Walaupun mengajukan tuntutan pada wali kota, tapi ketika petugas meminta ada perwakilan pendemo untuk beraudiensi dengan wali kota, mereka menolak. Pendemo enggan menemui wali kota yang akan menerima pengaduan tersebut. Alasannya, pendemo minta agar wali kota yang keluar dari kantor dan menemui mereka di pinggir jalan.
Usai dari Balai Kota, pendemo beranjak menuju Emporium untuk meneruskan aksinya dan berniat menyegel bangunan ruko. Tapi mereka hanya bisa berorasi dan menggelar poster di pinggir Jalan MT Haryono karena portal menuju Emporium ditutup dan dijaga petugas keamanan sipil.
Sementara itu, aktivitas Emporium tetap berjalan normal. Pihak Emporium ketika ditemui jurnalis tak mau memberikan keterangan apa pun terkait aksi demo tersebut. ”Tak perlu (beri keterangan, Red) lah, biarkan saja,” tutur salah seorang pegawai Emporium. (ton/ce1)

Tinggalkan Komentar: