Tak Berizin, Proyek Perumahan Distop

80

AMBARAWA — Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Kabupaten Semarang, meminta pengembang perumahan Karya Agung di lingkungan Seneng, Kelurahan Ngampin, Kecamatan Ambarawa, untuk menghentikan aktivitas pekerjaan. Sebab, proyek pembangunan perumahan tersebut, diduga belum mengantongi izin.
Pantauan Radar Semarang, lokasi proyek pembangunan perumahan seluas sekitar 1 hektare, berada di belakang kantor Kejari Ambarawa. Kamis (22/5) pagi kemarin, sejumlah pekerja tampak melakukan perataan lahan. Padahal, data BPMPT Kabupaten Semarang, pembangunan perumahan tersebut belum mengantongi izin. Ironisnya, aktivitas pekerjaan sudah berjalan.
”Kalau berkas pengajuan izin memang sudah masuk, tapi kami belum mengeluarkan izin pendirian perumahan di sana,” tutur Kepala BPMPT Kabupaten Semarang, Soekendro, saat ditemui di Ambarawa.
Soekendro mengatakan, seharusnya tak ada pekerjaan apa pun, sebelum izin dikeluarkan. Sehingga pihak pengembang sudah seharusnya menghentikan pekerjaan di sana.
Sementara itu, untuk penegakan Perda terkait pelanggaran perizinan, menjadi kewenangan satpol PP. BPMPT mengklaim hanya mengeluarkan perizinan. ”Semestinya tidak melakukan pekerjaan dulu, sebelum izinnya keluar.”
Pengelola perumahan yang menyebut dirinya Wawan, saat dikonfirmasi mengaku sudah mengantongi perizinan. Ia juga menyebut dekat dengan pejabat di Pemkab dan anggota DPRD Kabupaten Semarang. (tyo/isk/ce1)

Tinggalkan Komentar: