Setiap Hari Ada Lima Kasus Korupsi

26

Hanya di Kejaksaan

WONOTINGAL – Pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia dirasa belum maksimal. Terbukti sejak tahun 2009 hingga tahun 2013 tercatat ada 8.628 penyidikan perkara tindak pidana koruupsi yang dilakukan kejaksaan di seluruh Indonesia. Ini berarti setiap tahunnya rata-rata terdapat sekitar 1.726 perkara atau sekitar lima perkara tiap harinya.
Hal itu diungkapkan Wakil Kepala Jaksa Agung (Wakajagung) RI, Andhi Nirwanto saat menjadi pembicara kunci dalam seminar nasional bertajuk Pendidikan Tinggi Hukum dan Masa Depan Penegakan Hukum di Indonesia yang digelar di Hotel Patrajasa Semarang, Kamis (22/5).
Andhi mengatakan, apabila data-data kuantitatif itu merepresentasikan fenomena korupsi yang senyatanya terjadi di Indonesia, tentu saja menjadi keprihatinan bersama yang harus disikapi segenap elemen bangsa. ”Berbagai persoalan dan realitas akan karut-marutnya praktik penegakan hukum saat ini, sesungguhnya merupakan cerminan dari disharmoniasi perundang-undangan maupun belum tertatanya dengan baik institusi penegak hukum dan disorientasi tujuan hukum,” ungkapnya.
Andhi menambahkan, di dalam tataran kebijakan legislasi, masih terdapat kontradiksi ide terkait penggolongan dan karakteristik tindak pidana korupsi. Ketidaksamaan penggolongan tindak pidana korupsi antara UU No 30 tahun 2002 dengan UU No 20 tahun 2001 menjadikan perbedaan dalam tataran implementasinya.
”Guna memaksimalkan itu, kejaksaan dalam penegakan dan pemberantasan tindak pidana korupsi sudah menerapkan sistem pembuktian terbalik. Termasuk soal dakwaan jaksa yang disusun secara kumulatif demi memaksimalkannya,” imbuh pria yang juga menjadi ketua Tim Terpadu Pencari Tersangka, Terpidana, dan Aset Perkara Tindak Pidana tahun 2014 ini.
Dalam kesempatan tersebut, Andhi juga mengungkapkan bahwa terciptanya kualitas aparatur penegak hukum yang baik tidak terlepas dari peran perguruan tinggi sebagai tempat belajar sekaligus cikal bakal lahirnya para sarjana hukum. ”Tidak dapat dimungkiri bahwa pendidikan hukum akan senantiasa mewarnai cara berhukum, sebagai media ekspresi aparatur atas ilmu dan pengajaran yang diterimanya selama kuliah,” katanya. (fai/ton/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here