Nelayan Enggan Jual Ikan di TPI

12

KENDAL—Sejumlah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Kendal kondisinya mangkrak. Pasalnya nelayan lebih memilih menjual hasil tangkapannya kepada tengkulak di luar TPI. Hal ini tentu saja mengurangi kas pemasukan TPI yang dikelola Dinas Kelautan dan Perikanan.
Salah satu nelayan di Cepiring, Maskono, 32 mengaku memang menjual hasil tangkapan ikan di luar TPI lantaran untuk menghindari penarikan uang kas untuk pemasukan ke TPI. “Sebab hasil tangkapan minim, jika harus memberikan kas ke TPI nelayan keberatan. Sehingga ke tengkulak dengan sistem ijon alias di luar TPI,” katanya, Kamis (22/5).
Menurutnya hasil tangkapan yang sedikit tidak sepadan jika dibandingkan dengan tenaga dan bahan bakar solar yang harus dikeluarkan nelayan. “Belum lagi ditambah dengan biaya sewa perahu yang harus ditanggung para nelayan,” tandasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Tjipto Wahjono membenarkannya. Dari data di Dinas Kelautan, dari 15.806 nelayan, ada 70 persen atau sekitar 11.064 nelayan memilih menjual hasil tangkapannya ke tengkulak dengan sistem ijon.
“Jadi yang menjual kepada tengkulak dengan hanya 30 persen 4.742 saja yang menjual tangkapannya ke TPI. Ini jelas sangat merugikan karena pemda untuk mendapatkan pemasukan dari TPI,” katanya.
Tjipto mengatakan, nelayan yang menjual hasil tangkapan dengan sistem ijon karena sebagian besar nelayan berutang untuk biaya melaut. Sebab,  sebagian besar nelayan di Kendal merupakan warga yang berlatar belakang ekonomi lemah atau tidak memiliki modal sendiri. Sehingga saat hendak berangkat melaut mereka harus menghutang ke tukang ijon dengan jaminan ikan hasil tangkapan harus dijual kembali ke tukang ijon tersebut.
Menurut Tjipto, banyaknya nelayan yang menjual ikan hasil tangkapan mereka di luar TPI merugikan Pemkab Kendal. Retribusi sebesar 1 persen dari harga lelang yang masuk kas daerah menjadi minim.
Diakuinya sulit menertibkan tukang ijon dan meminta nelayan untuk menjual ikan di TPI. Penyebabnya adalah nelayan harus dibebani dengan biaya sewa perahu, biaya solar dan sebagainya. “Padahal kalau dijual di TPI akan menguntungkan nelayan karena harganya sudah pasti tinggi,” tandasnya. (bud/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here