KSP Didorong Terapkan Sistem Online

110

SEMARANG – Seluruh Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di wilayah Jawa Tengah diimbau untuk segera menerapkan sistem pelaporan secara online. Langkah ini dilakukan untuk mempermudah pelaporan dan pengawasan langsung, baik dari anggota sendiri maupun dari pemerintah yang ditunjuk sebagai lembaga pengawas.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko mengatakan, melalui penerapan teknologi informasi berbasis internet, KSP dapat lebih mudah melaporkan keuangannya. Selain itu, proses pelaporan bisa tepat waktu, efisien, dan dapat segera dievaluasi. ”Seluruh laporan keuangan juga harus bisa diakses secara terbuka lewat internet. Tidak hanya lebih efisien tetapi juga transparan,” katanya, dalam Bimbingan Teknis dan Sosialisasi Monitoring Kinerja KSP Berbasis Internet, Rabu (21/5), di Hotel Horison Semarang.
Di Jawa Tengah sendiri, lanjutnya, jumlah koperasi tercatat mencapai 27.455 unit, dengan jumlah koperasi aktif 22.188 unit (80,22 persen), dan sisanya 5.311 unit (19,7 persen) tidak aktif. Adapun dari jumlah itu, sebanyak 21.928 unit di antaranya merupakan KSP. ”Kategori KSP sehat di Jateng baru 16,6 persen, cukup sehat 65 persen, dan sisanya kategori tidak sehat. Dinas Koperasi dan UMKM Jateng sendiri terus berupaya mengembangkan koperasi yang sehat menjadi 70 persen, cukup sehat 20 persen, dan sisanya tidak sehat,” ujarnya.
Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM, Choirul Djamhari menambahkan, level kepercayaan terhadap KSP perlu dibangun, sehingga reputasi kinerja koperasi meningkat. Salah satu yang dikembangkan, yakni sistem sentralistik, yang ke depan melalui integrated cloud computing system. ”Penerapan KSP online merupakan mekanisme menuju koperasi sehat dengan wilayah Jateng sebagai tempat uji coba layanan online,” imbuhnya.
Terkait kesiapan, secara infrastruktur software sudah ada, dan prosedur sudah disusun supaya koperasi wajib menyampaikan laporan periodik. (aln/jpnn/smu/ce1)