Dua Penjambret Jalanan Ditembak

37

ADITYO DWI/RADAR SEMARANG
RANDUSARI — Jajaran Resmob Polrestabes Semarang berhasil menangkap dua penjambret jalanan. Mereka adalah Didit Setiawan warga Boyolali dan Rahmat Dinata warga Layur, Kota Semarang. Keduanya dibekuk saat sedang nongkrong di kawasan Dempel, Kelurahan Muktiharjo, Kecamatan Pedurungan. Kedua pelaku terpaksa ditembak kakinya karena berusaha melawan saat akan ditangkap.
Dari tangan kedua pelaku, petugas berhasil menyita barang bukti berupa 1 pistol airsoft gun, kunci T, celurit kecil, 2 unit sepeda motor dan beberapa ponsel hasil rampasan. Dalam menjalankan aksinya kedua pelaku tersebut tidak segan melukai korban yang melawan. Berdasarkan pengakuan sementara, mereka telah beraksi di 6 lokasi. Selain menjambret, kedua pelaku juga diketahui beberapa kali mencuri sepeda motor di Kota Semarang.
”Pelaku ini selalu ini beraksi menggunakan pistol airsoft gun dan celurit ini. Dan tidak segan melukai korbannya,” ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono, Kamis (22/5).
Djihartono memaparkan bahwa pihaknya masih mengejar tiga tersangka lain yng juga merupakan rekan dua berandal jalanan tersebut. ”Masih ada tiga yang menjadi DPO,” terangnya.

Menurut Didit, sepucuk pistol air softgun tersebut baru digunakannya beraksi selama lima kali. Ia memperolehnya dengan menyewa ke seseorang di Solo dengan harga Rp 2 juta untuk seminggu. ”Awalnya sewa, namun setelah itu saya tambah satu juta (rupiah) lagi dan sekarang sudah jadi milik saya,” katanya.
Ia juga mengatakan kalau dirinya jarang melukai korban. ”Pistol dan celurit itu hanya untuk menakut-nakuti saja. Tapi, kalau melawan bisa saja saya lukai, kalau tidak ya tidak saya apa-apakan. Hanya ambil barangnya,” ujar warga asal Boyolali yang hidup menggelandang di Semarang tersebut.

Mengenai sasaran aksinya, Didit selalu mengincar pengendara sepeda motor pria. Sebab, menurutnya kalau wanita lemah. ”Carinya selalu pria, kalau wanita kan lemah,” ungkapnya.

Sedangkan mengenai sepeda motor hasil rampasannya, Didit mengaku menjualnya kepada seorang teman. Harga paling mahal adalah Rp 1,5 juta.

Kedua tersangka kini harus mendekam di sel tahaanan Mapolrestabes Semarang. Keduanya dijerat pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (hid/ton/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here