3.076 Petugas TPS Dihentikan

MUNGKID– Sedikitnya 3.076 petugas pemilihan tingkat TPS di Kabupaten Magelang diberhentikan tugasnya di pemilihan presiden mendatang. Hal itu sebagai bentuk konsekuensi rasionalisasi anggaran yang ditetapkan KPU RI.
Ketua KPUD Magelang, Affifudin mengatakan jumlah anggota KPPS untuk pilpres nanti tinggal 20.314 orang. Mereka akan bertugas di 2.902. “Karena jumlah tps juga turun sebanyak  438 dibanding pada Pemilu Legislatif (Pileg) 9 April lalu yang mencapai 3.340 TPS,” kata dia, kemarin.     
Pengurangan ini, kata dia sesuai instruksi dari pusat yang disampaikan melalui Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2014 tentang rasionalisasi anggaran yang disusun untuk penyelenggaraan pilpres. Dampak lainnya, ada pembengkakan jumlah alokasi pemilih di setiap TPS.       
Pada pileg lalu, satu TPS digunakan untuk melayani maksimal 500 orang.
Dalam pilpres Juli mendatang, pemilih yang dilayani di masing-masing
TPS bisa mencapai 800 orang.
“Hanya saja, berdasar pengalaman dalam pileg April lalu, banyak
pemilih yang tidak datang ke TPS karena berbagai alasan. Misal, bekerja di luar daerah atau sedang menunggu keluarga yang dirawat di rumah sakit,” katanya.
Hal itu, kata dia, sebagai konsekuensi adanya kebijakan pusat yang merasionalisasi dana untuk penyelanggaraan pilpres. Antara lain, untuk pembuatan TPS, distribusi logistik, kelengkapan lainnya, termasuk honor anggota KPPS masing-masing Rp 350.000.       
Menyangkut jumlah personel Panitia Pemungutan Suara (PPS) di 367 desa dan lima kelurahan, masih sama seperti dalam pileg lalu. “Begitu pula untuk anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang tersebar di 21 kecamatan,” katanya.    Di bagian lain, dia menyebutkan, jumlah penduduk Kabupaten Magelang
yang masuk daftar pemilih sementara (DPS) Pilpres 2014 tercatat
961.583 jiwa. Angka itu naik sekitar 10.000-an dibanding DPT Pileg 2014 lalu.     
“DPS hasil perbaikan yang ditetapkan dalam rapat pleno KPU 16 Mei 2014 itu sudah diumumkan kepada masyarakat. Kami masih menunggu tanggapan dan masukan dari masyarakat sampai 2 Juni 2014, sebelum ditetapkan menjadi DPT pada 9 Juni mendatang,” katanya. (vie/lis)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here