Tanpa Guru, Raih Perunggu di Turki

30

SEKAYU — Siswa SMAN 3 Semarang kembali mengukir prestasi di luar negeri. Faturahman Maulana Rizqi, berhasil membawa medali perunggu Lomba Cerdas Terampil e-biko yang berlangsung di Ankara, Turki, 12-13 Mei lalu.
Penelitian sistem parkir yang ia namai A-PIK (Rapid Parking System Application) berhasil menyisihkan peserta dari puluhan negara. A-PIK adalah aplikasi sistem parkir yang digunakan membantu memudahkan para pengguna dalam memarkirkan kendaraannya. Sistem ini bekerja mengandalkan sensor ultrasonik yang ditanamkan pada lapangan parkir. Gelombang ultrasonik yang dipancarkan tersebut kemudian diterima oleh sistem. Dari sistem kemudian mengirimkan data ke layar monitor sehingga memudahkan para pengendara untuk mengetahui letak tempat parkir yang kosongi.
”Jadi tempat itu bisa didatangi langsung tanpa harus memutar-mutar kendaraan,” ungkap siswa kelas XI ini.
Faturahman datang ke Turki tanpa didampingi guru pembimbing dari SMAN 3. Tapi ia mendapat bantuan bimbingan dari guru SMA Kesatuan Bangsa Jogjakarta.
Kepala SMAN 3 Semarang Bambang Nianto Mulyo mengatakan sebenarnya banyak siswa yang bisa menorehkan prestasi seperti Faturahman. Tapi akhirnya SMAN 3 hanya mengirimkan seorang siswa tanpa guru pendamping. ”Karena biaya untuk menuju ke sana mahal dan apa yang dilakukan oleh Faturahman ini atas biaya sendiri,” katanya.
Tahun ini, setidaknya ada 3 temuan baru yang dihasilkan siswa SMAN 3. Selain A-PIK ada rompi antipeluru dari serat kelapa dan aplikasi untuk orang buta. ”Tetapi dari 3 penemuan itu, dua penemuan tidak diberangkatkan ke Brasil dan Rumania karena tidak ada biaya,” jelasnya. (hid/ton/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here