MUGASSARI — Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meminta pembangunan fasilitas publik di kawasan Mugassari, yakni GOR Tri Lomba Juang dan ruang terbuka hijau (RTH) Pandanaran (eks SPBU) selesai tahun ini.
”Perbaikan Stadion Tri Lomba Juang dengan total biaya Rp 38 miliar. Saya berharap Kota Semarang mempunyai sarana olahraga yang representatif,” kata Hendrar Prihadi saat jalan sehat bersama warga di Kelurahan Mugassari Kecamatan Semarang Selatan kemarin.
Ia menyampaikan, pada 2013 kemarin, dana yang disiapkan untuk perbaikan stadion itu sebesar Rp 6 miliar, sedangkan tahun ini ditambah sebanyak Rp 32 miliar. ”Saya berharap perbaikan stadion dapat selesai tahun ini sehingga dapat segera digunakan oleh warga untuk berolahraga dan berekreasi bersama keluarga,” harapnya.
Sementara adanya lokasi bekas SPBU Pandanaran yang masih belum dioptimalkan, menurut wali kota, akan dijadikan ruang terbuka hijau. ”Anggaran yang diluncurkan untuk RTH tersebut sebesar Rp 2 miliar yang diharapkan dapat selesai pembangunannya pada tahun ini juga,” katanya.
Pembangunan RTH perkotaan tersebut dianggap penting karena memberi pengaruh banyak bagi kualitas lingkungan di sekitarnya. Fungsi dari penataan RTH kawasan perkotaan di antaranya pengamanan keberadaan kawasan lindung perkotaan, pengendali pencemaran dan kerusakan tanah, air dan udara, tempat perlindungan plasma nutfah dan keanekaragaman hayati. ”Serta pengendali tata air dan sarana estetika kota,” ujarnya.
Dikatakan, penataan RTH di kawasan perkotaan bermanfaat sebagai sarana mencerminkan identitas daerah, sarana penelitian, pendidikan dan penyuluhan, sarana rekreasi aktif dan pasif serta interaksi sosial. ”Juga dapat meningkatkan nilai ekonomi lahan perkotaan, menumbuhkan rasa bangga dan meningkatkan prestise daerah,” katanya.
Belum lagi juga bisa dijadikan sarana aktivitas sosial bagi anak-anak, remaja, dewasa dan manula. ”Sarana ruang evakuasi untuk keadaan darurat, memperbaiki iklim mikro, dan meningkatkan cadangan oksigen di perkotaan,” imbuhnya.
Di sela-sela jalan sehatnya, wali kota menyempatkan diri untuk mengecek sumur umum di Tlogo Bayem. Menurutnya, wilayah tersebut perlu pengelolaan air yang optimal. Hendi, sapaan akrab wali kota ini juga sempat meninjau hasil bedah rumah yang dilakukan oleh PNPM Mandiri pada 2013 di RT 5 RW 1 Kelurahan Mugassari. Bedah rumah tersebut dilakukan pada 3 rumah atas nama Sugiar, Karmadi, dan Harmono.
Wali kota menyebutkan secara umum kondisi Kelurahan Mugassari cukup baik, karena menurutnya jalanan bersih, rindang, dan nyaman. ”Karenanya saya berpesan untuk memupuk terus dan mempertahankan kegotongroyongan di kawasan tersebut guna pembangunan Kota Semarang yang lebih baik,” tandasnya. (zal/aro/ce1)