Sehari Latihan 1, 5 Jam, Targetkan Gondol Juara

179

Kinan Maulana dan Yusnadan Yudi Saputra, Juara Pantomim, Maju ke Tingkat Nasional
 
Dua siswa SD 5 Wonosobo, Kinan Maulana dan Yusnadan Yudi Saputra, melaju ke tingkat nasional, melalui pantomim dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) SD tingkat nasional. Rencananya lomba akan digelar di Semarang minggu depan. Seperti apa persiapannya?
 
SUMALI IBNU CHAMID, Wonosobo
 
Kinan Maulana, 10, dan Yusnadan Yudi Saputra, 11, tercatat piawai bermain pantomim. Buktinya, kedua siswa SD 5 Wonosobo ini, mampu menyabet juara kabupaten dan Provinsi Jawa Tengah. Dua bocah ini, saat ini tengah bekerja keras untuk merebut juara nasional dalam Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) SD tingkat nasional.
Ditemui usai bertemu Bupati Wonosobo Kholiq Arif di pendopo kabupaten Selasa (21/5) kemarin, Kinan dan Yusnadan mengaku siap bertanding di level nasional dan optimistis meraih prestasi tertinggi di ajang pentas drama tanpa bicara ini.
“Kami akan berusaha keras agar bisa menang tingkat nasinonal,”kata Kinan. Lomba FLS2N tingkat nasional diadakan 29 Mei hingga 2 Juni di Semarang.
 Yusnadan mengaku senang mengikuti ajang ini, sekaligus bertekad menekuni pantomim sampai dewasa kelak. Dua bocah yang bercita-cita jadi pengusaha ini, sebenarnya baru satu tahun belakangan menekuni bidang ini. Itu pun khusus dipersiapkan untuk ajang FLS2N ini. “Setelah belajar ternyata suka, karena pantomim seni yang asyik,” ujarnya.
Menurut pelatih kedua bocah kelas 4 dan 5 ini, Irawan Banu Aji, khusus menghadapi lomba di tingkat nasional, pihaknya secara intens melatih setiap hari. Mulai pukul 08.00 selama 1,5 jam selama tiga minggu terakhir.
“Biasanya mereka hanya berlatih 3 kali dalam seminggu dengan durasi waktu latihan paling lama 1 jam,” kata Irawan yang juga merupakan seniman pelukis ini.
Namun khusus untuk menghadapi ajang nasional ini, Irawan menuturkan, dibantu satu rekannya secara serius melatih 2 anak ini dengan harapan bisa meraih juara pertama.
“Jika hal ini bisa diraih, merupakan prestasi prestisius pertama yang ditorehkan siswa asal Wonosobo dalam lomba pantomim di ajang FLS2N SD tingkat nasional,” tuturnya.
Dikatakan, sesuai petunjuk pelaksanaan lomba dari pusat, ada 4 tema yang harus dipentaskan oleh Kinan dan Yusnadan. Untuk itu, Irawan selama 3 minggu terakhir intens menggodok materi tersebut. Namun karena keterbatasan waktu, pihaknya hanya bisa menyusun 3 tema karena ada 1 tema yang hampir mirip konsepnya, yakni konsep tema sosial, cinta kasih serta budaya dan seni budaya.
“Untuk konsep tema sosial kami mengambil seputar eksploitasi anak. Tema cinta kasih mengambil permasalahan runtuhnya kasih sayang serta tema budaya dan seni budaya mengambil tradisi ruwatan rambut gembel di Wonosobo,” tuturnya.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Wonosobo, One Andang Wardoyo mengaku sangat apresiatif terhadap kreasi dan inovasi siswa Wonosobo, khususnya di bidang seni pantomim.
“Ke depan, selain bisa semakin mengenalkan seni budaya juga bisa menjadikan atraksi seni sebagai mata pencaharian,” paparnya usai mendampingi dua siswa itu bertemu Bupati Kholiq Arif.
Ia mencontohkan artis Septian Dwi Cahyo, yang akan menjadi juri dalam ajang pantomim tingkat nasional tersebut, bisa terkenal dan tetap eksis berkat keseriusannya di bidang pantomim.
Sementara Bupati Wonosobo, Kholiq Arif, berpesan kepada Kinan dan Yusnadan untuk serius berlatih serta tidak lupa untuk berdoa dan mohon restu kedua orang tua beserta guru. Sehingga mereka bisa berprestasi maksimal dan bisa membawa nama harum daerah, sekolah, orang tua, guru maupun diri mereka sendiri.
“Tentu  dengan tidak melupakan tugas utamanya sebagai seorang siswa untuk tetap belajar. Sehingga tidak hanya bisa berprestasi di bidang ekstra kurikuler saja tapi juga di bidang akademiknya,” pungkasnya. (*/lis)

Tinggalkan Komentar: