Rayakan Kelulusan, Berbagi di RS

94

NUR WAHIDI/RADAR SEMARANG
BUGANGAN — Jika biasanya siswa merayakan kelulusan dengan aksi corat-coret seragam atau konvoi kendaraan. Beda dengan yang dilakukan siswa SMA YSKI Semarang, Rabu (21/5) kemarin. Siswa kelas XII sekolah ini justru merayakan kelulusan dengan berbagi kasih di RS Panti Wilasa Citarum. Sambil membawa bunga mawar, para siswa mendatangi sejumlah pasien rumah sakit tersebut.
Mereka membagikan bunga mawar itu kepada para pasien sebagai ungkapan rasa syukur karena telah lulus sekolah. Tentu saja, aksi para siswa itu menarik perhatian para pasien dan keluarga yang menunggu. Bahkan, tak sedikit pasien yang meneteskan air mata haru.
Salah seorang siswi, Vonny Agustin, mengatakan, dengan memberikan bunga serta mendoakan pasien yang sakit, harapannya mereka bisa sembuh 100 persen seperti siswa SMA YSKI yang pada ujian nasional (unas) tahun ini lulus 100 persen.
”Dengan berbagi bunga mawar dan mendoakan, semoga dapat bermanfaat bagi para pasien, sehingga bisa lekas sembuh,” katanya.
Vonny mengaku, aksi tersebut digelar atas inisiatif para siswa sendiri. Sebab, selama ini perayaan kelulusan identik dengan acara hura-hura dan corat-coret baju. Padahal masih banyak orang di luar sana yang membutuhkan seragam sekolah. ”Ini semua inisiatif kami. Selain untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, kami juga ingin membagi kebahagiaan,” ujarnya.
Siswi lainnya, Devi Yudistira, mengatakan, berbagi kebahagiaan kepada pasien itu sebenarnya telah dirancang sebelum unas lalu. Namun baru bisa direalisasikan setelah pengumuman kelulusan Selasa (20/5) kemarin. ”Setelah Selasa kemarin kami dinyatakan lulus, hari ini (kemarin) kami langsung mendatangi RS,” katanya.
Salah satu guru SMA YSKI Semarang, Yosiari, mengatakan, dalam kegiatan tersebut, dirinya hanya mengantar siswa untuk melakukan yang terbaik. Selain mengunjung rumah sakit, para siswanya juga mengumpulkan seragam untuk disumbangkan, serta akan dipakai oleh adik kelas secara gratis.
”Di sekolah kami ada yang mampu dan tidak mampu. Bagi yang tidak mampu, bisa mengenakan seragam dari kakak kelasnya itu,” ujarnya. (hid/aro/ce1)

Tinggalkan Komentar: