KENDAL — Pengadilan Negeri Kendal kemarin memvonis empat tahun, enam bulan (4,5 tahun) penjara kepada Ilham Maulana, 23. Terdakwa terbukti sah dan meyakinkan, melanggar pasal 170 ayat 1, 2 dan 3 tentang Pengeroyokan, yang mengakibatkan korban Riyan Afrulloh, 28, tewas.
Putusan tersebut mempertimbangkan hal-hal memberatkan dan meringankan. Hal memberatkan, perbuatan Ilham bersama Bintang Apride Gisti (terdakwa lain) telah menghilangkan nyawa orang. Hal meringankan, terdakwa bersikap sopan selama persidangan dan masih berusia muda.
Majelis hakim yang dipimpin Mulyadi menjelaskan, Ilham bersama Bintang mengeroyok korban pada 20 Agustus 2012 di GOR Bahurekso.
Awalnya, korban Riyan bersama istri dan teman-temannya datang. Mereka langsung menenggak minuman keras tanpa izin kepada pemiliknya, Ilham dan Bintang.
Akibatnya, Ilham dan Bintang merasa dilecehkan. Terjadilah percekcokan. ”Terdakwa sempat membenturkan kepala korban ke tembok.”
Hal itu bisa dilerai polisi yang melakukan pengamanan di GOR Bahurekso. Tapi, perkelahian berlanjut di luar GOR. Bintang bersama Ilham menemui korban yang sedang nongkrong bersama teman-temannya.
Ilham mengambil sebongkah batu dan melemparkan ke arah kepala korban. Korban pun tersungkur, bersimbah darah. Saat itulah, korban berusaha lari. Nah, ketika lari, terdakwa meneriaki korban dengan sebutan pencuri. Diteriaki pencuri, massa berdatangan dan mengeroyok korban. Ketika itu, Ilham turut memukul dan menendang korbam.
Menanggapi vonis tersebut, Ilham menyatakan pikir-pikir. Yakni, apakah menerima atau menolak. Hal senada disampaikan oleh jaksa penuntut umum Maliki Budianto. Ia juga belum mengambil sikap. (bud/isk/ce1)