Pemindahan Solar Dilakukan Dini Hari

16

Penimbunan BBM
 
KRAPYAK – Perkara dugaan penimbunan bahan bakar minyak (BBM) di Jalan Sawah Besar, Kaligawe, Gayamsari dengan terdakwa Direktur PT Afna Jaya Pratama Suratri, 33, menemukan bukti baru. Pemindahan BBM jenis solar dari truk tangki miliknya ke sejumlah truk dan drum di gudangnya dilakukan pada dini hari. Yaitu sekitar pukul 4 pagi.
Hal itu diungkapkan Heny Widiyanto, anggota Mabes Polri yang menggerebek gudang terdakwa saat menjadi saksi di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Rabu (21/5). Menurutnya, penggerebekan tersebut dilakukan bersama dengan tim yang berjumlah 7 orang pada 23 Juli 2013. ”Pada saat itu, kami belum tahu siapa pemiliknya. Meski begitu kami berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa truk tangki, selang dan drum,” akunya di hadapan majelis hakim yang diketuai Fathul Bahri didampingi Mujahri dan Nawaji sebagai hakim anggota.
Saksi membeberkan, pada saat menggerebek, ia curiga dengan aktivitas di gudang di Jalan Mangga Besar nomor 13 Semarang tersebut. Pasalnya proses pemindahan tidak lazim karena dilakukan di pinggir jalan dengan menggunakan selang. ”Seharusnya pemindahan dilakukan langsung tanpa singgah ke gudang. Waktu itu saya melihat ada pemindahan solar yang dialirkan dari truk berkapasitas 24.000 liter ke 8.000 liter dan 4 drum berkapasitas 800 liter,” ungkapnya.
Saksi mengklaim pada saat menggerebek telah dilengkapi surat penangkapan. Pasalnya pada saat itu ia bersama tim sedang melaksanakan Operasi Dian 2013. ”Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata gudang tersebut milik terdakwa yang tak lain adalah adik kandung penimbun BBM lainnya Siti Wororini alias Pipit,” ungkapnya.
Seperti diketahui, terdakwa disangka melakukan penimbunan BBM nonsubsidi jenis solar sebagaimana yang dilakukan kakaknya. Perkara Suratri, satu paket dengan perkara Pipit yang digerebek dan ditangani Mabes Polri. Sesuai surat pendiriannya, perusahaan Suratri hanya memiliki surat izin pengangkutan BBM ke industri. Namun, mereka menyalahi aturan dengan membuat DO (delivery order) BBM fiktif atas nama perusahaan pemesan. Kemudian, BBM tersebut diangkut untuk selanjutnya didistribusikan ke sejumlah perusahaan dengan harga miring. Dalam aturan tersebut, terdakwa juga tidak memiliki dan bukan pemegang izin usaha penyimpanan BBM. (fai/ton/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here