SOLO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo akhirnya buka suara terkait tersangka korupsi dana hibah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) tahun anggaran 2013. Dalam waktu dekat, kejari akan memanggil tersangka untuk melakukan penyidikan.
Penegasan ini diungkapkan Kepala Seksi (Kasie) Pidana Khusus (Pidsus) Erfan Suprapto, kemarin. Ia menjelaskan, anggota DPRD Solo tersebut berinisial HJ. Penetapan status tersangka tersebut melalui surat perintah penyidikan nomor: Print 909 /0.3.11/Fd.1/05 2014. Wakil rakyat ini diduga melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU RI No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi. “Sudah kita tetapkan tersangka. Dan yang bersangkutan juga sudah kita beri surat pemberitahuan,” terangnya pada wartawan, Rabu (14/18).
Erfan menerangkan, HJ adalah Ketua Orkes Keroncong Gita Mahkota yang sekretariatnya beralamatkan di Jalan Adi Sucipto, No 143 A. Adapun alamat ini sama persis dengan alamat kantor DPRD Kota Solo. Wakil rakyat asal PDIP ini ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga tidak menggunakan dana hibah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) tahun 2013 sesuai peruntukan. Proposal yang diajukan untuk kegiatan orkes tertulis tahun 2014. Namun, kenyataannya dalam Laporan Pertanggung jawaban (LPj) digunakan pada 2013 lalu.
Menurut Erfan, pihaknya sudah beberapa kali melakukan pemeriksaan dan penyelidikan sebelum menetapkan tersangka. Dari berbagai rentetan pemeriksaan tersebut, diketahui ada nota yang dimanipulasi. Dia mencontohkan, harga audio yang dibeli dengan harga Rp 6 juta namun dalam nota ditulis Rp 10 juta. “Saat pemeriksaan pertama bahkan dana tersebut belum dibelanjakan,” kata dia lagi. (yan/ria/mas/aro)