Berkas Korupsi GOR Salatiga Segera Dilimpahkan

23



PLEBURAN — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah menyatakan penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan sarana dan prasarana (sarpras) Gedung Olaharaga (GOR) Kridanggo Kota Salatiga senilai Rp 3,9 miliar tahun 2011 telah usai. Kasus yang menyeret Direktur PT Tegar Arta Kencana Agus Yuniarto dan Bendahara KONI Salatiga Joni Setiadi sebagai tersangka itu akan segera dilimpahkan ke tahap penuntutan.
”Saat ini tengah diteliti oleh jaksa penyidik untuk selanjutnya disusun rencana dakwaan. Jika siap, nantinya berkas akan dilimpahkan ke pengadilan untuk didaftarkan untuk diajukan ke meja persidangan,” ungkap Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng Masyhudi, Rabu (21/5).
Masyhudi menambahkan, dalam kasus ini pihaknya hanya menetapkan dua tersangka. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan akan muncul nama baru dalam tahap pengembangan. ”Sementara baru dua tersangka. Namun pengembangan masih terus dilakukan,” imbuhnya.
Seperti diketahui, kasus ini telah disidik sejak Januari yang lalu. Hasilnya jelas terjadi penyimpangan karena proyek tidak sesuai spesifikasi yang ditentukan. Berdasarkan perhitungan internal dari saksi ahli, kerugian diperkirakan mencapai Rp 200 juta. Kedua tersangka kini ditahan di Rutan Kedungpane. Mereka disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 3 jo Pasal 18 UU nomor 31 tahun 1999 Jo nomor 20 tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Kasus tersebut sedianya ditangani oleh Kejari Salatiga, namun Kejati mengambil alih lantaran kasus tersebut dinilai besar sehingga akan kesulitan jika ditangani Kejari Salatiga. Selain itu memang sejak awal laporan masuk ke Kejati.
GOR Kridanggo dibangun dengan anggaran Rp 3.944.500.000 dari Kementerian Pemuda dan Olahraga yang saat itu dikelola komite yang di dalamnya adalah Pengurus KONI, dan SKPD Pemkot Salatiga. Saat itu ditunjuk selaku Pejabat Pembuat Komitmen adalah dari unsur KONI, yakni Joni Setiadi dan dikerjakan oleh PT Tegar Arta Kencana Suruh Kabupaten Semarang sebagai pemenang tender. Menjabat sebagai Pengawas Lapangan dalam proyek tersebut adalah dari unsur SKPD, yakni Diah Puryati dengan anggota Amin Siahaan, SH dan Petrus Mas Sentot.
Dikonfirmasi terpisah, penasihat hukum kedua tersangka, Heru Wismanto membenarkan jika berkas penyidikan kliennya telah rampung. ”Dari penyidik sudah selesai, P-21. Tinggal pelimpahan dari penyidik ke penuntut,” ucap Heru.
Tahap selanjutnya, yakni pelimpahan berkas ke jaksa peneliti untuk menyusun rencana dakwaan. Jika sudah dinyatakan siap, baru diserahkan pengadilan. Maka tahap baru kasus ini dimulai, terdakwa akan menjalani persidangan. (fai/ris/jpnn/ton/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here