Targetkan Vasektomi Naik 200 Persen

151

TEMANGGUNG—Hujan yang turun satu jam di kawasan dalam kota Temanggung, Selasa (20/5) siang kemarin nyaris membuat jalanan di daerah penghasil tembakau ini terendam air. Sistem drainase yang buruk menyebabkan saluran air tidak mampu menampung air hujan. Pemkab Temanggung sendiri hingga kini belum melakukan langkah perbaikan terhadap sistem saluran air dalam kota.
Hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur wilayah kota menyebabkan luapan air di titik jalan Jenderal Sudirman, Jalan MT Haryono, Jalan Pahlawan, Jalan Ahmad Yani, Jalan Tentara Genie Pelajar, Jalan Suwandi Suwardi dan ruas jalan lainnya. Lupan air sebagian mengandung kerikil dan lumpur sehingga licin untuk dilewati.
Setiawan Adi, 25, salah seorang pengguna jalan terpeleset akibat genangan air yang banyak mengandung pasir. Saat melintasi jalan berair, ia tidak menduga terdapat pasir yang menyebabkan kendaraan yang ditumpanginya tergelincir. “Pasirnya licin. Untung saya tidak apa-apa, hanya sedikit lecet,” katanya.
Genangan air juga menyebabkan arus lalu lintas tersendat. Jalur yang biasanya lancar dilalui menjadi tersendat setelah kendaraan yang melintas memilih untuk menahan kecepatan menghindari kecelakaan. Angin kencang yang mengguyur juga menyebabkan pengguna jalan tidak berani berspekulasi. “Saat saya jatuh saya juga tidak sedang mengebut,” katanya.
Terpisah, Kepala DPU Kabupaten Temanggung, Pardiyono, mengatakan, pihaknya mengaku belum melakukan perbaikan terhadap kondisi jalan yang rusak dan sistem drainase. Sebab, saat ini masih turun hujan sehingga untuk melakukan pembangunan fisik tidak optimal. “Kita tambal-tambal dulu yang rusak kecil,” terangnya. (zah/lis)