GROBOGAN–Ribuan keramba yang ada di Waduk Kedung Ombo (WKO) di Kecamatan Geyer menyebabkan tingkat sedimentasi hingga ke ambang mengkhawatirkan. Sebab, volume air di waduk tersebut menurun drastis.
Kepala Pengelola WKO, Purwanto mengatakan bahwa saat ini volume air WKO tinggal 624 juta meter kubik dari kapasitas awal 723 juta meter kubik atau menurun 99 juta meter kubik. Hal ini karena beberapa anak sungai yang ada di hulu membawa lumpur masuk ke WKO. Salah satu penyebab sedimentasi, juga banyaknya limbah atau sisa makanan ikan dari ribuan petak keramba yang sebagian besar berada di area genangan wilayah Kabupaten Sragen dan Boyolali.
”Untuk mengurangi tingkat sedimentasi WKO, kami adakan reboisasi kembali sekitar waduk dan anak sungai yang ada di hulu. Juga harus ada pembatasan izin usaha keramba,” terang dia.
Lebih lanjut, Purwanto menjelaskan, yang memprihatinkan selain tingkat sedimentasi makin bertambah, juga kualitas air WKO menurun akibat limbah akibat sisa mekanan ikan yang mencemari air.
”Bisa dibayangkan, berapa ton makanan ikan yang ditabur ke dalam keramba setiap hari. Untuk itu, perlu ada aturan yang baku untuk mengatur keberadaan keramba di lokasi genangan WKO, agar kualitas air yang ada bisa terjaga dengan baik,” harap Purwanto.
Disebutkan, luas genangan permukaan air WKO saat ini ada sekitar 45 kilometer persegi. Genangan seluas itu, terdapat usaha keramba ikan sekitar 3.100 petak. Jika di permukaan waduk dipenuhi keramba, maka kualitas air yang ada menurun drastis.
”Kami selaku pengelola WKO tidak punya wewenang melarang adanya keramba di atas permukaan waduk. Karena segala ketentuan yang menyangkut perizinan berada di tangan bupati,” terang Purwanto.(mun/lin/ida)