Rampok Tusuk Dua Karyawan Indomaret

201

SALATIGA — Aksi perampokan di minimarket menggegerkan warga Salatiga. Kali ini, menimpa Indomaret di Jalan Fatmawati, Blotongan, (20/5) sekitar pukul 04.00.
Dua karyawan Indomaret menjadi korban penusukan pelaku perampokan. Yaitu, Aan Suryanto, 25; dan Iwan Setyadi, 21. Aan mengalami luka parah akibat tusukan di bagian dada. Sedangkan Iwan di bagian pinggang. Keduanya dilarikan ke RS Ananda Salatiga. Luka Aan yang cukup parah, membuat korban dirujuk ke RSUP dr Kariadi, Semarang.
Keterangan yang dihimpun koran ini, kejadian bermula ketika pelaku, sekitar pukul 03.00, datang dan membeli minuman berenergi dan snack di Indomaret tersebut.
Usai membeli, pelaku keluar dan duduk-duduk di teras toko. Curiga, Aan keluar toko untuk mengecek keberadaan pria itu. Tiba-tiba, pelaku yang masih mengenakan helm itu, langsung masuk toko dan memegangi  leher korban. Tanpa diduga, pelaku menusuk perut korban dengan belati berkali-kali. Korban tersungkur, bersimbah darah.
Mendengar suara gaduh, Iwan yang saat itu berada di dalam gudang menuju ke toko, hendak menolong korban. Iwan justru dikejar pelaku. Ia pun ditusuk. ”Begitu kena tusukan, saya langsung kabur, keluar toko menuju perkampungan terdekat sambil berteriak-teriak minta tolong,” kata Iwan. Karena panik, pelaku ikut keluar toko dan kabur dengan sepeda motornya.
Kasat Reskrim Polres Salatiga AKP Andie Prasetyo menuturkan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, pelaku penusukan hanya satu orang. Setelah menusuk korban pertama, pelaku menusuk korban kedua.
”Penusukan terjadi di dalam Indomaret. Awalnya pelaku menusuk korban pertama di bagian dada. Karena mendengar teriakan korban pertama, korban kedua berusaha menolong namun pelaku dengan cepat menghampiri korban kedua dan menusuknya di bagian pinggang.”
Andie menjelaskan, pihaknya belum bisa menyimpulkan motif penusukan tersebut. Pelaku, kata dia, tidak sempat membawa barang apa pun dari Indomaret. Pelaku lari ke arah Semarang menggunakan sepeda motor jenis matic. ”Motifnya masih kami dalami. Sementara ini kami belum bisa menyimpulkan apakah ini perampokan atau murni tindak kekerasan,” terangnya. (sas/isk/ce1)