Pesta Kelulusan, Bawa Gir Motor dan Sabuk Besi

136

GAYAMSARI — Pesta kelulusan SMA di Kota Semarang diwarnai sedikit insiden. Tiga siswa SMK 5 Semarang diamankan petugas Polsek Gayamsari karena kedapatan membawa gir motor dan sabuk besi. Mereka diamankan di depan sekolah ketika hendak melihat pengumuman kelulusan. Selain itu, baju mereka sudah dalam kondisi tercorat-coret cat semprot atau pilox.
Tiga siswa itu, Rizal, 16, Bagus, 16, dan  Muwardi, 16, ketiganya warga Genuk. Berbagai barang berbahaya itu diduga kuat hendak digunakan untuk tawuran antarsekolah. Petugas juga sempat mengamankan seorang pria bernama Juara di dekat SMK 5 Semarang, yang diketahui membawa senjata tajam (sajam) jenis belati.
Saat dimintai keterangan, ketiga siswa tersebut mengelak membawa barang tersebut. Entah disengaja atau tidak, jawaban mereka kompak sama. Gir motor yang sudah diberi rantai tiba-tiba ada di dalam tas miliknya. ”Tadi tas saya tinggal di kantin, tiba-tiba saat diambil sudah ada itu (gir, Red),” aku Rizal.
Rizal sendiri diketahui masih kelas X SMK 5 Semarang. Meski begitu, baju seragam yang dipakai sudah dicorat-coret dengan pilox. Kondisi seragam yang dikenakan Muwardi juga sama. Termasuk badan dan rambutnya tidak luput dari semprotan cat pilox. ”Saya hanya diajak kakak kelas, ya mau. Saya baru kelas dua (XI) kok. Cuma ikut-ikutan merayakan kelulusan,” katanya.
Bagus mengelak ketika didesak asal sabuk bermata besi tajam itu. Ia berdalih, jika barang tersebut dimasukkan temannya ke dalam tas. Saat itu, tas sedang ditinggal, dan ia sedang pulang ke rumah. ”Tidak tahu, bagaimana ada di dalam tas. Yang jelas bukan milik saya,” kilahnya.

Namun polisi tak percaya begitu saja. Ketiganya tetap dimintai keterangan terkait asal-usul barang berbahaya tersebut. ”Ketiganya tetap kami periksa. Ini barang berbahaya kok bisa dibawa pelajar SMA,” kata Kapolsek Gayamsari Kompol Juara Silalahi.
Pihak polsek akan mendatangkan orang tua, wali kelas, dan kepala sekolah. Jika ada satu yang tidak datang, ketiga pelajar itu tidak diperkenankan pulang. Mereka juga harus membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya. ”Jika  tidak lengkap yang datang, mereka terpaksa bermalam dulu di sini,” ujarnya.
Sementara perayaan kelulusan di sekolah-sekolah sudah terlihat sejak siang. Meski pengumuman kelulusan baru dilakukan pukul 15.00, namun para siswa sudah melakukan pesta kelulusan dengan aksi corat-coret seragam. Bahkan ada siswa yang menyemprotkan pilox di badan dan rambut. Mereka juga saling membubuhkan tanda tangan di baju. Bahkan petugas kepolisian pun diminta untuk tanda tangan di seragam mereka. Ini seperti yang terlihat di Jalan Pandanaran II, depan SMK 4 dan 8 Semarang.
Selain itu, ada juga siswa yang berfoto-foto selfie di pinggir jalan hingga mengakibatkan jalan Pandanaran II macet. Bahkan petugas berusaha mengingatkan kepada siswa agar tidak memakir kendaraan di pinggir jalan.
Sekitar pukul 14.00, konvoi kendaaran siswa mulai memenuhi jalan protokol Kota Semarang. Praktis, kemacetan pun terjadi. Ratusan petugas Satlantas Polrestabes diterjunkan. Mereka standby di Jalan Pahlawan, Jalan Dr Cipto dan Jalan Menteri Supeno Semarang. Sejumlah siswa yang melakukan konvoi tanpa mengenakan helm langsung ditangkap dan ditilang. Tak pelak, banyak siswa kabur saat akan ditilang polisi. Sementara mereka yang tertangkap, langsung dibawa ke Pos Patwal Simpang Lima untuk ditilang.
Panit Patwal Satlantas Polrestabes Semarang Iptu Supriyanto mengatakan, untuk siswa yang melakukan konvoi dan melanggar UU lalu lintas, langsung ditangkap dan ditilang. ”Kebanyakan tidak membawa helm atau kendaraannya tidak lengkap,” katanya. (fth/hid/aro/ce1)

Tinggalkan Komentar: