Pembantu Plt Ketua DPRD Jateng Dibekuk

Curi Uang Majikan


BARUSARI – Pelaku pencurian di rumah Plt Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi di Jalan Abdurrahman Saleh No 800 Semarang berhasil ditangkap. Pelaku ternyata pasangan suami istri yang juga pembantu rumah tangga korban. Kedua tersangka adalah Muhammad Muhadi, 22, dan Ernawati, 20, warga Dusun Ledok, Sidoharjo, Susukan, Kabupaten Semarang. Keduanya dibekuk petugas Reskrim Semarang Barat dan Resmob Polrestabes Semarang.

Pasangan suami istri ini mengaku aksi pencurian dilakukan secara spontan. Keduanya sudah bekerja di rumah korban sejak 9 bulan lalu. Keduanya juga bisa keluar masuk rumah dengan bebas. ”Sudah sembilan bulan kerja di rumah Pak Rukma. Kerjanya membersihkan rumah,” aku Muhadi.

‪Hampir tiap hari, Rukma menaruh tas berisi sejumlah uang di sofa rumah. Terlalu sering melihat tas berisi uang, membuat pasutri ini mulai tergoda. Apalagi tidak jarang uang di dalam tas terlihat dari luar. ‬”Spontan saya ambil uang dolar di dalam amplop. Ada banyak cuma saya ambil tiga lembar dan ditukarkan dapat Rp 10 juta,” imbuhnya.

‪Muhadi lantas bercerita pada sang istri. Bukannya melarang, Ernawati justru meniru. Saat membersihkan kamar, ia membuka tas dan menemukan uang pecahan Rp 100 ribu dalam jumlah banyak. ‬”Saya lantas mengambil beberapa, setelah sampai kamar dihitung ada Rp 20 juta,” aku Ernawati.

‪Setelah mencuri, pasutri ini masih sempat bekerja selama satu minggu. Hingga keduanya sepakat untuk kabur meninggalkan rumah. Tanpa pamit, mereka kabur ke Tangerang, Jakarta. ‬”Sudah sempat kontrak di Jakarta. Saya takut, makanya lari,” imbuhnya.

‪Keduanya kian ketakutan, ketika Rukma menghubungi mereka lewat telepon. Dalam obrolan, Rukma marah karena keduanya pergi tanpa pamit dan sudah mengambil uang. Dengan dihantui perasaan takut akhirnya keduanya datang ke rumah Rukma pada 15 Mei lalu. ‬”Kami niatnya hendak meminta maaf dan menyerahkan diri. Menyesal, malah akhirnya jadi begini, masuk penjara,” tambahnya.

‪Kepala Polrestabes Semarang Kombes‬ Pol Djihartono mengatakan, pencurian terjadi pada 7 April 2014. Pelaku yang merupakan pasangan suami istri dengan mudah mencuri karena mereka bekerja di rumah korban. ”Saat dalam kondisi sepi, pelaku mengambil uang yang disimpan dalam tas,” katanya.

‪Djihartono menambahkan, ide muncul dari Muhadi. Dari situ, pelaku lantas mengajak istrinya untuk mencuri. Pelaku juga sudah mengetahui di mana uang disimpan. ‬”Mereka sempat lari ke Jakarta. Tapi berhasil diamankan,” tambahnya. Tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara. (fth/ton/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here