Kebutuhan Lahan Akan Diukur Ulang

106

BALAI KOTA — Turun tangannya Gubernur Jateng Ganjar Pranowo untuk menyelesaikan sejumlah masalah yang menjadi hambatan pembangunan Polder Banger membuat pemkot langsung tancap gas.
Selasa (20/5) kemarin, Pemkot Semarang menggelar rapat koordinasi dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait untuk membahas kelanjutan proyek polder tersebut. Hasilnya, pemkot akan melakukan pengukuran ulang kebutuhan lahan untuk Polder Banger. Hal itu dilakukan untuk memastikan apakah permukiman liar tersebut masuk dalam lingkungan proyek atau tidak.
”Hari ini (kemarin) kita menindaklanjuti perintah gubernur dan wali kota agar mengadakan koordinasi antar SKPD Kota Semarang, khususnya PSDA, camat, lurah, PT KAI dan Pertamina. Yang pada intinya kita akan melakukan pengukuran di lapangan dulu, kita kawal, inventarisasi kebutuhan lahan yang ada di sana,” terang Sekda Kota Adi Tri Hananto usai menggelar koordinasi di ruang rapat wakil wali kota, kemarin (20/5).
Adi mengklaim, dalam rapat tersebut pihaknya hanya membicarakan masalah inventarisasi dan pendataan lahan saja. Belum menyentuh ke area ganti rugi. ”Kami belum bicara apa-apa kecuali inventarisasi dan pendataan. Setelah kita tahu batasnya, lokasinya, baru kita akan tahu kondisi senyatanya yang ada di lapangan. Setelah itu baru kita melaporkan lagi kepada pimpinan untuk selanjutnya mengambil langkah berikutnya yang bisa dilakukan,” katanya.
Disinggung kewenangan yang melakukan penertiban permukiman sekaligus pemberian ganti rugi atau tali asih, Adi mengklaim pemkot tidak bisa melakukan hal tersebut karena terbentur Permendagri 32 Tahun 2011 tentang Hibah Bansos.
”Kita belum membicarakan apa-apa untuk ganti ruginya, saya kira itu nanti menjadi kewenangan PT KAI karena itu adalah lahan PT KAI. Kita hanya memfasilitasi untuk berembuk dan pada saatnya kita pasti akan selesaikan permasalahan-permasalahan yang ada di lapangan sebaik-baiknya,” terang Adi.
Sementara terkait jaringan pipa Pertamina, pihaknya belum bisa memastikan. Sebab, kondisi titik jaringan pipa tersebut belum diketahui apakah memang masuk ke dalam area proyek yang dikerjakan atau tidak.
”Kalau jaringan Pertamina itu nanti tergantung pada saat pengukuran. Pada saat pengukuran baru nanti akan kita ketahui sebenarnya jaringan pipa Pertamina yang ada di mana yang masuk di lokasi polder. Setelah diketahui, kita serahkan kepada pihak Pertamina. Apakah akan direkayasa dengan teknologi tertentu agar pipa ini tetap bisa berada di lokasi atau seperti apa kita belum tahu,” ujarnya.
Minggu depan pihaknya akan turun ke lapangan untuk melakukan pengukuran tersebut.
Sekda menyatakan, lahan yang disewa pemkot untuk keperluan Polder Banger itu seluas 9 hektare. Sementara lahan PT KAI yang ada di wilayah tersebut mencapai sekitar 139 ribu meter persegi. ”Nah, 9 hektare itu ada di mana baru akan kita cari tahu, karena lahan PT KAI yang ada di sana lebih dari 9 hektare. Besok itu yang akan kita ukur 9 hektare-nya itu yang ada di mana. Sehingga berapa hunian liar di atasnya itu akan diketahui. Karena saat ini memang ada hunian di atasnya tapi titiknya lahan berapa. Dan permukiman yang ada di dalam lahan tersebut berapa sekarang belum diketahui,” bebernya.
Pemkot akan bicara intensif dengan PT KAI selaku pemilik lahan. Jika nanti ada pendanaan-pendanaan atau skema-skema lain akan dibicarakan bersama. ”Masalah mesin pompa atau yang lainnya tergantung dari kesiapan lahan dulu. Karena yang menjadi masalah kan persiapan lahannya dulu. Kami sangat berterima kasih kepada gubernur yang memfasilitasi ini, setidaknya masalah ini akan lebih terurai,” tandasnya.
Sebelumnya, Manajer Aset PT KAI Daop IV Semarang Eman Sulaiman menyatakan, kontrak atau sewa lahan seluas 139 ribu meter persegi telah dilakukan pada 2011 silam, dengan nilai sewa Rp 308 juta per lima tahun. ”Saat kami cek di lapangan, memang di sana ada bangunan. Tapi itu bukan aset PT KAI, dan penghuninya juga tidak ada kontrak dengan PT KAI. Jadi, kalau penertiban bangunan itu dibebankan kepada kita, nilai sewanya bisa sampai Rp 700 juta sampai Rp 800 juta,” tandasnya. (zal/aro/ce1)

Tinggalkan Komentar: