Ganggu Ujian SD, Hujan Tetap Geber Motor

152

Sambut Kelulusan, Siswa SMA Konvoi dan Coret-Coret Baju

Kelulusan siswa SMA/SMK/MA disambut dengan aksi konvoi dan corat coret baju seragam. Di Kabupaten Magelang konvoi ini justru mengganggu anak-anak SD yang tengah menjalani ujian. Di Wonosobo, meski hujan deras, tetap semangat berkeliling kota.

Sejumlah siswa SMA/SMK di Kabupaten Magelang saat merayakan kelulusan sekolah, kemarin (20/5) menggelar konvoi. Padahal pada saat yang sama, adik kelas di bangku SD menggelar ujian di sekolah.
Retno, pengawas ujian SD Deyangan Mertoyudan mengaku siswanya terganggu saat konvoi pelajar SMA melintas. Apalagi, mereka menggunakan kendaraan dengan knalpot bersuara keras. “Tadi siswa sempat terganggu karena suaranya bising,” kata dia.     
Andrian, 13, salah satu peserta ujian asal SDN 1 Pasuruhan Mertoyudan mengaku suara bising dari konvoi siswa SMA sempat membuat konsentrasinya hilang. Apalagi, kemarin mereka mengerjakan soal matematika. “Keganggu tadi pas melintas. Bahkan ada yang sempat berhenti,” kata dia.     
Kapolres Magelang AKBP Murbani Budi Pitono mengatakan telah mengerahkan sejumlah anggotanya untuk menghentikan konvoi kelulusan. “Kita minta semua dihentikan. Karena pasti akan cenderung melakukan kegitan negatif,” kata dia, kemarin.     
Sementara itu, kelulusan siswa SMA/SMK/MA Kabupaten Magelang pada ujian nasional (unas) tahun ini mengalami perbaikan. Di tahun ini hanya ada 2 siswa yang tak lulus ujian atau angka kelulusan mencapai 99,94 persen. “Yang tidak lulus adalah siswa MA,” kata Sekretaris Disdikpora Kabupaten Magelang, Mushowir.       
Dia menyebutkan, sesuai dengan hasil nilai akhir yang diperoleh siswa, SMA Taruna Nusantara memperoleh peringkat tertinggi untuk perolehan NEM jurusan IPA, yakni 48,78. Di bawahnya SMA Van Lith dengan NEM 47,12 dan peringkat ketiga SMA Negeri 1 Muntilan dengan 46,61.
Sementara untuk jurusan IPS, peringkat tertinggi diperoleh SMA Van Lith dengan nem 47,23 disusul SMA Taruna Nusantara 47,14 dan SMA Negeri 1 Muntilan 46,81.     
“Untuk SMA jurusan bahasa hanya ada satu dan menjadi tertinggi di Kabupaten Magelang yaitu SMA Negeri Grabag dengan nem 43,44,” ujar Mushowir. Sedangkan untuk SMK, peringkat tertinggi diperoleh SMK Syubhanul Wathon Tegalrejo dengan NEM 33,51 disusul SMK Pangudi Luhur Muntilan 30,62 dan SMK Negeri 1 Salam 30,47.
Kepala Bidang Pendidikan Menengah, Bariah menambahkan, ujian nasional tahun ini diikuti oleh sebanyak 3.371 siswa SMA, 1114 siswa MA, dan 4496 siswa SMK. Dari jumlah tersebut, terdapat 3 siswa SMA dan 2 MA mengundurkan diri sebelum unas.     
“Untuk persentase kelulusan dari total siswa keseluruhan, tahun ini mencapai 99,94 persen,” kata Bariah.
Di Wonosobo, tingkat kelulusan siswa SMA dan SMK mencapai 99,68 persen. Dari total peserta ujian, untuk SMA terdapat dua siswa tidak lulus, sedangkan untuk SMK lulus seratus persen.
Kelulusan, kemarin (20/4) secara serentak diumumkan di semua sekolah SMA dan SMK di Wonosobo. Pengumuman dilakukan siang hari sekitar pukul 12.00. Usai pengumuman, sekitar pukul 13.00, ratusan pelajar mulai memadati sejumlah jalan protokol.
Mereka menggelar konvoi keliling kota, sejumlah pelajar ada yang berkumpul di depan Gedung Sasana Adipura, menyemprotkan cat warna warni, serta saling meminta membubuhkan tanda tangan di baju mereka, sebagai ekpresi kelulusan setelah menempuh ujian nasional.
Semakin sore, jumlah pelajar yang memadati jalan raya makin banyak. mereka berjalan saling beriringan dengan baju penuh cat dan menggeber sepeda motornya. Meski hujan deras mengguyur, aksi para siswa yang baru lulus ini terus berlangsung.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga One Andang Wardoyo, tingkata kelulusan SMA dan SMK di Wonosobo, secara total sebesar 99, 68 persen. untuk SMK dari 1733 peserta unas lulus seratus persen. Sedangkan untuk SMA dari 1552 peserta unas, sebanyak 1550 siswa lulus. (vie/ali/lis)