Dua Pembeli Kunci Jawaban Lulus

109

Berprestasi, Hanya Jadi Saksi

KARANGANYAR–Delapan siswa peserta ujian nasional (Unas) tingkat SMA/SMK di Karanganyar dinyatakan tidak lulus. Mereka adalah enam siswa SMA dan dua siswa lain Madrasah Aliyah (MA). Sedangkan peserta Unas dari SMK lulus 100 persen.
Jumlah peserta Unas SMA 2916 siswa. Yang lulus 2.910 siswa dengan tingkat persentase 99,80. Lantas peserta MA ada 602 siswa, dua siswa tidak lulus. Sedangkan peserta SMK ada 4029 siswa. Total peserta unas SMA/SMK tahun ini 10.463 siswa.
Tingkat kelulusan ini meningkat dibanding tahun lalu. ”Pada Unas tahun 2012/2013 lalu ada 12 siswa tak lulus. Di mana 11 siswa dari SMK, satu siswa lain dari SMA,” jelas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dispendikpora) Karanganyar Agus Hariyanto, ditemui di ruang kerjanya kemarin (20/5).
Bagi siswa yang tidak lulus ujian bisa mengikuti ujian kesetaraaan tahap dua pada Agustus mendatang atau mengulang tahun berikutnya. Saat ditanya terkait dua siswa SMA pembeli kunci jawaban beberapa waktu lalu, dia menyatakan, dua siswa tersebut lulus. Ia menyebut, kelulusan keduanya dipastikan fair. ”Mereka belum sempat memanfaatkan bocoran itu. Kami sudah kroscek. Hasilnya mereka mengerjakan dengan kemampuan sendiri dan akhirnya lulus,” kata dia.
Dua siswa ini hanya berstatus saksi dalam kasus jual beli kunci jawaban SMA yang saat ini masih ditangani Polres Karanganyar. Mereka tidak termasuk tersangka sindikat jual beli bocoran kunci jawaban. ”Mereka tergolong siswa berprestasi, hanya saja menjadi korban,” jelasnya.
Saat pelaksanaan pengumuman kemarin, pihaknya menerjunkan tim pengawas ke masing-masing sekolah. Pengawasan ini guna mengantisipasi tindakan coret-coretan seragam dan ugal-ugalan di jalan. Untuk itu, lembar pengumuman hasil unas ke siswa diserahkan ke orang tua murid selaku penanggung jawab siswa.
Sementara itu, pengumuman kelulusan pada pukul 16.00. Kasatlantas Polres Karanganyar AKP Sukmawati berjanji menindak pelanggaran yang dilakukan siswa seperti konvoi motor ugal-ugalan. ”Tidak peduli pelanggar dari kalangan pelajar atau masyarakat biasa. Pasti ditindak sampai tilang, tergantung tingkat kesalahan,” jelasnya. (adi/un/ida)