WONOSOBO – Pohon beringin tua yang berada di depan loket wisata kolam renang Mangli Wonosobo, kemarin (20/5) sore tumbang. Pemicunya, hujan besar disertai angin kencang. Akibatnya beringin menimpa sejumlah bangunan serta pengunjung dan pedagang yang berada di seputar lokasi. Sedikitnya 11 orang dilarikan ke RSUD Setjonegoro menderita luka-luka.
Beringin tua itu tumbang sekitar pukul 15.00. Sebelumnya sejak pukul 14.30, wilayah Wonosobo kota diguyur hujan deras disertai angin. Setengah jam kemudian, terjadi angin puting beliung yang menghantam bangunan loket kemudian merobohkan beringin tua yang berada tak jauh dari loket.
Akibatnya, bangunan loket wisata rusak parah, selain dihajar angin, juga tertimpa pohon. Tak hanya itu, pohon beringin juga menimpa sejumlah pengunjung dan pedagang di kawasan wisata tersebut. Sebanyak 11 orang mengalami luka-luka kemudian dilarikan ke RSUD Setjonegoro Wonosobo.
Yanto, 40, salah seorang pelatih renang mengatakan, saat kejadian dia berada di parkiran. Karena sejak pukul 14.00 , hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
“Karena hujan, murid renang saya minta pulang,” katanya.
Sekitar pukul 15.00, tiba-tiba hujan makin deras. Kemudian dari arah timur datang angin puting beliung, meluluhlantakan bangunan atap loket, menyambar pohon hingga roboh.
“Banyak orang dan anak-anak tengah berteduh di depan loket, karena hujan, termasuk sejumlah pedagang,” ujarnya.
Sya’ban, 43, penjaga loket yang menjadi korban mengatakan, sebelum beringin tumbang, bangunan loket tempat dia bekerja sudah rusah disapu angin. Sehingga bangunan atap roboh dan mengenai dirinya dan sejumlah pengunjung.
“Kepala saya sobek terkena genting dan kayu atap. Setelah itu kesulitan keluar, karena ranting pohon menutup pintu loket,” paparnya.
Terpisah, Humas RSUD Setjonegoro Tri Utami mengatakan, dari 11 korban, dua diantaranya masih anak-anak. Mereka adalah Turniawati, 27; Dwi Aji, 30; Buchori, 40; Ahmad Ismanto, 37; Taat, 26; Titik Suparmiyati, 56; Darsih, 30; Musyarofah, 35; dan Sya’ban , 43. Sedangkan korban anak-anak adalah Mei Istiawati,15, dan Tegar, 6.
“Rata-rata korban menderita luka sobek. Ada yang harus diobservasi, karena tertimpa barang pada bagian kepala,” tuturnya.
Korban yang tergolong parah yakni Titik Suparmiyati. Pedagang gorengan ini, selain tertimpa bangunan, kedua kakinya luka terkena minyak panas dalam wajan penggorengan. Pasien lainnya Turniawati, Musyarofah, dan Tegar harus menjalani perawatan intensif.
Wakil Bupati Wonosobo Maya Rosida bersama Sekda Eko Sutrisno Wibowo langsung mendatangi lokasi bencana dan menengok para korban di RSUD Setjonegoro. Dengan kejadian ini, beringin tumbang akan segera dibersihkan dari lokasi.
“Kami akan koordinasikan dengan DPU, agar segera dibersihkan pohon yang tumbang karena menimpa loket,” kata Maya.
Menurutnya, Pemkab akan menanggung pembiayaan kesehatan semua korban. Termasuk memberikan santunan. Selain itu, untuk menjaga keamanan, semua pohon yang tergolong sudah tua akan diperiksa, agar tidak terjadi bencana serupa.
“DPU dalam waktu dekat kami minta mengecek semua pohon. Termasuk yang berada di alun-alun dan sejumlah jalan protokol,” pungkasnya. (ali/lis)