KLATEN–Ratusan petani cabai di wilayah Klaten dipusingkan dengan hama patek yang menyerang daun. Akibatnya, cabai yang sudah siap panen tidak dapat maksimal. sehingga petani terancam rugi hingga jutaan.
Serangan hama patek sudah muncul sejak sebulan terakhir. Tanaman yang terserang hama ini kondisi daun sudah tidak subur, daun mulai kriting dan warna menjadi kuning tidak seperti pada daun umumnya yang warna hijau.
Kondisi tersebut membuat panen cabai tidak dapat maksimal. Sebab, jika tanaman sudah diserang hama patek, petani hanya dapat panen dua kali petik. Padahal kalau tidak ada serangan patek petani dapat panen hingga 6-8 kali.
”Kalau sudah ada satu tanaman yang terserang hama patek, maka dengan cepat merembet ke tanaman lain. Dalam sebulan lahan milik saya sudah terserang merata, kondisi semakin parah sejak sepekan terakhir. Padahal tanaman cabai ini sudah siap untuk di panen,” ungkap Sunarto, 56, petani asal Jatinom.
Dia menambahkan, berbagai cara sudah dilakukan untuk mencegah serangan hama patek agar tidak menyebar. Salah satunya dengan menyemprot dengan fungisida pada tanaman, namun ternyata tidak berdampak. ”Saya menanam cabai di ladang luasnya 1.500 meter persegi. Sebagian sudah waktunya panen, namun banyak cabai yang terpaksa saya panen dini. Karena kalau tidak segera dipanen cabai akan kering di pohon kemudian tanaman mati,” imbuhnya.(oh/un/ida)