SK Lambat, Dana Sertifikasi Tertunda

159

SALATIGA—Puluhan guru DI Kota Salatiga tidak dapat mencairkan tunjangan sertifikasi triwulan pertama (Januari, Februari, Maret) 2014. Kegagalan pencairan dikarenakan Surat Keputusan (SK) Penerimaan Tunjangan Sertifikasi para guru itu hingga kemarin (19/5) belum terbit.
Dari informasi yang diperoleh, SK hingga saat ini masih diproses Direktorat Jenderal Pembinaaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P2TK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Padahal, ribuan guru yang sudah mengantongi SK Penerimaan Tunjangan Sertifikasi sudah mencairkan tunjangan sertifikasi triwulan I 2014 pada awal Mei lalu.
Kepala Bidang Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Salatiga Umi Limaningsih menuturkan, SK Penerimaan Tunjangan Sertifikasi sebanyak 90 orang guru tersebut belum bisa diterbitkan lantaran masih menunggu validasi daftar potensi pendidik (dapodik). Menurut dia, validasi dapodik 90 guru di tingkat operator sekolah sudah selesai. Administrasi dapodik sebanyak 82 guru telah dinyatakan lengkap dan sudah dikirim ke Kemendikbud untuk diusulkan penerbitan SK-nya (SK Penerimaan Tunjangan Sertifikasi). Sedangkan dapodik 8 guru masih dalam proses validasi di Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan).
“Penerbitan SK sertifikasi puluhan guru tersebut akan diterbitkan bersamaan dengan 8 guru yang administrasinya dapodiknya masih dalam proses validasi di Kemendikbud. Jadi kendalanya bukan mengenai terpenuhinya jumlah jam mengajar 8 guru itu, melainkan di operator dapodiknya sehingga molor,” terang Umi.
Hingga kini, Disdikpora Kota Salatiga belum mengetahui kapan SK penerimaan tunjangan sertifikasi sejumlah guru tersebut akan diterbitkan. Sejauh ini, Disdikpora belum mendapat pemberitahuan dari Kemendikbud terkait penerbitan SK sejumlah guru itu.
Sementara itu, jumlah total guru di Kota Salatiga yang menerima tunjangan sertifikasi triwulan I tahun 2014 sebanyak 1.356 orang. (sas/ton)

Tinggalkan Komentar: