Penyerapan Anggaran di Bawah 40 Persen

14

DEMAK-Penyerapan anggaran APBD 2014 hingga Mei ini masih di bawah 40 persen. Karena itu, Pemkab Demak diminta untuk disiplin waktu serta tertib administrasi dalam menyerap anggaran tersebut. Selain itu, masih tingginya dana silpa atau sisa anggaran 2013 lalu yang mencapai Rp 161 miliar juga menjadi sorotan.
Hal itu mengemuka dalam pandangan fraksi-fraksi saat sidang paripurna di gedung DPRD Demak, Jalan Sultan Trenggono, kemarin. Juru bicara Fraksi Pembaharuan, Mansur mengatakan, mestinya dana silpa tersebut bisa dialihkan ke program lain sehingga sisa anggaran tidak sebesar itu. “Dengan demikian, apa yang sudah dianggarkan tidak sia-sia. Sebab, dapat dimanfaatkan untuk kegiatan ain,” ujarnya.
Selain itu, pengelolaan aset daerah juga peru diinventarisasi. Soal penanganan asset ini, Fraksi PKB juga mengingatkan Pemkab Demak untuk serius mengelola asset tersebut. Artinya, tidak hanya menata yang sudah ada atau membangun baru, namun semua itu harus bisa dimanfaatkan.
“Masalah asset ini penting dikelola dengan baik sehingga tidak lagi menjadi catatan BPK,” ujar jubir Fraksi PKB, KH Nurullah Yasin.
Sementara itu, Fraksi PKS kemarin menyoroti soal Perusahaan Daerah (Perusda) yang hingga kini masih banyak mengalami kerugian.
Juru bicara Fraksi PKS, Mudhofar mengatakan, untuk unit Perusda yang terus mengalami kerugian mestinya segera dilikuidasi supaya tidak menjadi beban pemerintah daerah. “Kami juga meminta Pemkab untuk menangani masalah banyaknya bangunan liar yang tumbuh subur di bantaran sungai. Pemkab harus berani membongkar bangunan semi permanen dan permanen yang didirikan diatas tanggul sungai itu. Sebab, bisa memicu banjir,” katanya. (hib/ida)  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here