Pegandon Bukan Penggembira

133

SEMARANG – SMA Theresiana 1 Semarang berpeluang kembali menyandingkan gelar champion basket cowok-cewek Honda DBL 2014 Central Java Series – North Region. Sore dan malam nanti di Knights Stadium, tim cowok dan cewek SMA Theresiana akan tampil di Final Party ajang basket paling kondang negeri ini.
Pelatih SMA Theresiana 1 Semarang Arief Djazuli Rahmat mengatakan, baik tim cowok maupun cewek sangat siap tampil di final. Namun diakui, tim cewek lebih siap meski tim cowoknya juga siap. Tim cewek SMA Theresiana 1 Semarang di final party akan ditantang tim “Kuda Hitam” SMAN 1 Pegandon Kendal yang secara mengejutkan tahun ini menembus final. “Jujur, memang tim cewek kita lebih siap untuk tampil di final. Meskipun tidak mudah juga karena SMA Pegandon juga bagus. Anak-anak harus tampil dengan fighting spirit tinggi di final. Mereka hanya butuh konsistensi untuk bisa tampil enjoy tanpa beban di final besok (hari ini, Red),” terang Arief kemarin.
Sementara bagi SMAN 1 Pegandon, persiapan jauh-jauh hari memang telah dilakukan oleh Niken Kusumastuti dkkk menghadapi DBL tahun ini. Karena itu, tampil di final menurut pelatih mereka, Hasyimi, sebenarnya bukanlah sebuah kejutan. “Total kita sudah turun di tujuh turnamen sebelumnya, yang menjadi ajang menempa mental kami sebelum tampil di DBL. Tahun ini anak-anak memang bekerja keras dan berkorban besar untuk bisa tampil di Honda DBL. Namun yang jelas, kami bukan penggembira, kami siap menjaid juara,” terang Hasyimi.
Hasilnya, Pegandon menggebrak. Di penampilan perdana mereka menundukkan SMAN 1 Bae Kudus dengan skor 43-27. Di laga kedua, penampilan mereka semakin matang dan berhasil menundukkan tim kuat SMA Sedes Sapientiae Semarang dengan keunggulan 26-12. Kemudian SMAN 1 Pegandon melaju ke final setelah menumbangkan SMAN 1 Kudus dengan skor 39-22 di Fantastic Four.
Sementara, salah satu evaluasi besar tim cowok Theresiana menurutnya adalah konsistensi permainan. Pelatih Arief Dzajuli Rahmat mengakui penampilan anak-anak Theresiana masih angin-anginan hingga Fantastic Four kemarin. “Tim cowok kami belum konsisten, kadang bagus kadang jelek selain itu sistem permainan yang kami harapkan juga belum bisa terlaksana dengan baik saat pertandingan itu yang menjadi perhatian kami. Tapi apapun kita tetap akan berjuang mati-matian untuk mempertahankan gelar,” ujarnya. (bas/smu)

Tinggalkan Komentar: