Gangguan Penglihatan, Ikuti UAS di Ruang Khusus

73

UNGARAN- Hari pertama pelaksanaan ujian akhir sekolah jenjang SD/MI dan SLBN di Kabupaten Semarang, Senin (19/5) berjalan lancar. Seorang siswa SDN 02 Kalongan, Ungaran Timur, Pandu Satria Pratama, 12, harus mengikuti UAS di ruangan khusus. Pandu dipisahkan dari 27 temannya, karena mengalami gangguan penglihatan.
Selama mengerjakan soal-soal UAS di ruang kelas, Pandu diawasi dua pengawas yang membantu membacakan soal-soal ujian tersebut. Sekalipun harus bersusah payah mengisikan jawaban ujian, Pandu dapat menyelesaikan ke-50 soal Bahasa Indonesia.
Kepala SDN 02 Kalongan Sutardjo mengatakan, Pandu mengalami gangguan penglihatan sejak masih duduk di kelas dua. Orang tua Pandu sudah berupaya melakukan penyembuhan dengan membawa ke rumah sakit. Bahkan kalau dihitung-hitung, orang tua Pandu sudah menjual 7 ekor sapi untuk biaya pengobatan anaknya. Namun penglihatannya tidak kembali normal. Sehingga untuk mengikuti ujian, Pandu harus dibantu pengawas terutama dalam membaca soal. Sedangkan untuk mengisi lembar jawab bisa diisi sendiri.
“Penempatan Pandu di ruangan khusus karena yang bersangkutan mengalami gangguan penglihatan. Sehingga untuk mengerjakan soal-soal ujian harus dibacakan, jadi harus dipisahkan dengan siswa lainnya,” kata Sutardjo.
Menurut Sutardjo, Pandu tergolong siswa yang prestasinya lumayan menonjol. Namun karena gangguan penglihatan sehingga untuk pelajaran fisik tidak begitu bagus seperti olahraga. “Memang untuk membaca dia kesusahan, untuk pendengaran dan memorinya cukup bagus,” kata Sutardjo.
Sementara itu ujian di SLBN Ungaran, pagi kemarin diikuti 7 siswa berkebutuhan khusus. Masing- masing 2 siswa penyandang tuna netra, 4 siswa penyandang tuna rungu dan 1 penyandang tuna laras. Secara umum di SLBN Ungaran ada 22 orang siswa yang mengikuti ujian akhir pendidikan jenjang SD. Namun yang mengikuti UAS hanya 7 siswa, sisanya hanya mengikuti ujian akhir sekolah (UAS).
Kepala SLBN Ungaran, Asngari menyampaikan, proses pelaksanaan hari pertama UAS yang mengujikan mata pelajaran (mapel) Bahasa Indonesia berjalan lancar. UAS jenjang SD di Kabupaten Semarang diikuti 12.885 siswa SD, 2.705 siswa MI, 49 orang peserta SDLB serta ujian Paket A 114 orang.
Bupati Semarang Mundjirin saat ditemui di sela-sela pantauan pelaksanaan UAS di MI Kalirejo mengatakan, secara keseluruhan pelaksanaan UAS SD berjalan lancar. Hanya ada siswa yang mengalami gangguan penglihatan. Siswa yang sakit tersebut, menurut Bupati, bisa mengikuti program Badan Penyelenggara Jamisnan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk meringankan biaya pengobatan.
“Hasil pantauan kami pelaksanaan lancar, tetapi ada juga gedung sekolah yang harus diperbaiki. Sebab saat ini banyak yang sudah rusak, jika tidak diperbaiki bisa berbahaya,” kata Bupati didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Semarang Dewi Pramuningsih. (tyo/ton

Tinggalkan Komentar: