MUGASSARI — Polda Jateng terus berusaha menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di jalanan. Salah satunya dengan menggandeng Pramuka di Jawa Tengah. Mereka akan diterjunkan untuk memberikan kesadaran tertib berlalu lintas, terutama menjelang Pemilihan Presiden 9 Juli mendatang.
Kapolda Jateng, Irjenpol Nur Ali mengatakan, saat ini Polda menggelar Operasi Simpatik Candi 2014. Tujuannya agar kesadaran masyarakat bisa tumbuh sejak dini. “Operasi berlangsung sejak Senin (19/5) sampai 8 Juni. Ini untuk menekan angka pelanggaran di jalan,” katanya.
Dari data Direktorat Lalu Lintas Polda Jateng, pelanggaran lalu lintas saat kampanye Pileg di Jawa Tengah masih tinggi. Selama 19 hari saja, setidaknya tercatat 10.225 pelanggaran lalu lintas. Dari jumlah itu, 3.083 pengendara ditilang, sedangkan sisanya 7.142 diberikan teguran.
Direktur Lalu Lintas Polda Jateng, Kombespol Istu Hari Winarno mengatakan, angka pelanggaran lalu lintas di jalan cukup tinggi. Ia mengaku sudah melakukan berbagai upaya untuk mengatasinya. Mulai dari sosialisasi ke sekolah, memasang baliho tertib berlalu lintas sampai penindakan tegas di lapangan. “Ini sebagai upaya kami menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini,” katanya.
Dalam operasi, personel dituntut untuk tetap senyum, sapa dan salam. Selain itu operasi lebih mengutamakan untuk menekankan pendidikan tertib berlalu lintas. Masyarakat pun diminta untuk tertib di jalan. Dengan tidak kebut-kebutan dan mentaati semua aturan. “Selalu utamakan keselamatan di jalan. Jika belum cukup umur, jangan boleh berkendara sendiri,” tambahnya.
Kepala Polrestabes Semarang, Kombespol Djihartono mengaku akan menindak tegas pelanggaran yang bisa memicu kecelakaan fatal di jalan. Meski begitu, dalam Operasi Simpatik Candi 2014 lebih mengendepankan sikap humanis. “Ini sekaligus upaya kami untuk mengkampanyekan budaya tertib berlalu lintas di jalan. Jika pelanggarannya fatal baru ditindak tegas,” katanya. (fth/ton)