KEMBANGARUM – Nasib sial dialami George Bernardo Euginiou, 16, warga Jalan Taman Borobudur Utara V, Kembangarum, Semarang Barat. Ia dibacok dua pemuda menggunakan katana sampai mengalami luka di pelipisnya. Pemicunya sepele, pelaku tidak terima ketika dinasihati agar tidak mengajarkan kelakuan yang tidak baik.
Tidak hanya itu, rekan korban, Wahyu Slamet, 18, juga mengalami luka bacok di jari manis dan kelingking tangan kanan. Tidak terima akhirnya ia pun melaporkan kasus yang dialaminya ke polisi. Pelaku pembacokan diketahui bernama Subchan Prasetyo dan kakaknya, Wat Kurniawan, warga Jalan Borobudur Raya, Semarang Barat.
Insiden nahas itu terjadi di Jalan Borobudur Raya, Kembangarum, Semarang Barat Minggu (18/5), sekitar pukul 01.00. Saat itu, Bernando hendak mengantarkan dua rekannya Febri dan Suwar pulang ke rumah di Jalan Borobudur.
Sampai di lokasi, ia melihat dua terlapor sedang nongkrong dengan teman-temannya. Bernando lantas mengantarkan temannya pulang ke rumah. Setelah itu, ia menyempatkan diri mampir dan berbincang-bincang dengan dua terlapor. ”Kondisinya sudah malam. Jadi saya hanya minta agar teman saya tidak diajak neko-neko,” katanya melapor.
Dua terlapor yang merupakan kakak beradik ini pun lantas pamit. Mereka bilang hendak membeli rokok di warung tidak jauh dari lokasi. Bernando dan rekannya masih belum pulang ketika dua terlapor kembali datang. Nahas, saat datang keduanya membawa katana, pedang yang biasa dipakai kaum samurai di Jepang. ”Langsung disabetkan dan mengenai pelipis. Sedangkan teman saya, (Wahyu, Red) kena jari tangan,” imbuhnya.
Sabetan yang mendadak membuat kedua korban tidak bisa mengelak. Keduanya sempat terkena sabetan sajam, hingga akhirnya mereka bisa menyelamatkan diri. Beruntung, sejumlah warga berhasil melerai aksi pengeroyokan tersebut.
Bernando mengaku tidak memiliki masalah dengan terlapor. ”Saya baik-baik saja. Mungkin tidak terima saya menasihatinya. Tiba-tiba langsung dibacok,” tambahnya. Bernando dan Wahyu akhirnya melaporkan kasus ini ke polisi. Kasus pembacokan masih dalam penyelidikan Unit Reskrim Polsek Semarang Barat. (fth/ton/ce1)