Tampilkan Seni Tradisi, Terapi Tumbuhkan Percaya Diri

82

Ketika Rehabilitan RSJ Prof Dr Soerojo Unjuk Kemampuan Seni
   
Kegiatan pameran Tempo Doeloe Kota Toea di Alun-Alun Kota Magelang berlangsung meriah. Berbagai dokumen sejarah berdirinya kota ditampilkan termasuk juga deretan mobil-mobil kuno. Kegiatan ini juga disemarakkan penampilan sejumlah pasien rehabilitasi Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof Dr Soerojo (rehabilitan).

Dengan mengenakan pakaian adat Jawa lengkap mereka juga luwes dan lincah menari, kemudian bermain permainan (dolanan) tradisional macam dakonan (congklak), jamuran dan cublak-cublak suweng.
Kaunit Instalasi Rehabilitan RS Jiwa Prof Dr Soerojo,  Ahadi Cahyadi mengatakan seni merupakan salah satu upaya terapi untuk menumbuhkan kepercayaan diri para relabilitan itu. Karena selama ini stigma masyarakat terhadap rehabilitan rumah sakit jiwa masih cenderung negatif.       
“Pentas seni ini sebagai upaya adaptasi rehabilitan di lingkungan sekitar. Sehingga akan muncul kepercayadirian mereka,” ungkap Ahadi seusai kegiatan.
Maka, lanjut Ahadi, ketika sudah muncul percaya diri, diharapkan masyarakat dapat memahami bahwa para rehabilitan juga mempunyai kemampuan selayaknya orang-orang pada umumnya. Selama ini, kata Ahadi, sebagian masyarakat masih mempunyai stigma negatif terhadap para rehabilitan rumah sakit jiwa. Sehingga dianggap sampah masyarakat yang tidak berguna.     
“Kami harapkan masyarakat dapat memahami, membuka mata dan pikiran bahwa mereka sebenarnya butuh dukungan positif agar bisa sembuh. Sehingga para rehabilitan ini bisa kembali ke masyarakat dengan baik dan percaya diri,” harapnya.  Ahadi yang juga psikolog itu mengakui tidak mudah ketika mendampingi para rehabilitan untuk dapat tampil di atas panggung dan disaksikan masyarakat umum. Apalagi rehabilitan dengan dengan berbagai diagnosa dan karakter yang berbeda-beda. Menurut Ahadi, para rehabilitan tersebut ada yang tidak berpendidikan bahkan sampai yang sudah bertitel profesor.     
Hampir setiap tahun, kelompok seni rehabilitan RS Jiwa itu rutin mengisi acara rangkaian HUT Kota Magelang dan kegiatan lainnya. Untuk tahun ini, mengambil tema Magelang Tempo Doeloe, sehingga para rehabilitan menampilkan seni-seni tradisional seperti seni musik karawitan, dolanan anak, dan tari tradisional. (vie/lis)