Siswa Homeschooling Ikut Ujian Sekolah

595

TEMBALANG – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Anugrah Bangsa (Ansa) Kota Semarang menampung pelaksanaan Ujian Sekolah Pendidikan Kesetaraan Paket A bagi siswa pelaku komunitas homeschooling atau sekolah rumah. Berdasarkan data, ada empat siswa dari Homeschooling Kak Seto (HSKS) Semarang yang mengikuti ujian sSekolah (US) bersama 16 warga belajar PKBM Ansa. Pelaksanaan ujian sekolah pendidikan kesetaraan paket A akan dilaksanakan pada Senin-Rabu (19-21/5) di SD Candi 02 Semarang, Jalan MT Haryono Nomor 827 Semarang.
Pengelola PKBM Ansa Semarang, Muhammad Dwi Fakhrudin menyatakan ada 20 peserta ujian sekolah paket A periode I dari PKBM Anugrah Bangsa, empat diantaranya adalah siswa HSKS Semarang. Berdasarkan aturan dan sosialisasi dari Dinas Pendidikan Kota Semarang, siswa homeschooling tidak dapat mengikuti ujian sekolah jika tidak ditampung dalam wadah PKBM atau Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).
“Keabsahan nilai rata-rata laporan hasil belajar (NRLHB) atau rapornya juga harus jelas. Fakhrudin menegaskan tidak dapat menerima siswa yang melakukan homeschooling murni tanpa NRLHB atau rapor dari lembaga yang melaksanakannya, karena homeschooling yang dilaksanakan di Indonesia harus tetap mengacu pada kurikulum nasional,” kata Fakhrudin, Sabtu (17/5).
Fakhrudin mengaku kualitas siswa HSKS mempunyai kualitas yang tak kalah dengan warga belajar di PKBM Ansa. “Berdasarkan nilai try out ujian sekolah paket A yang dilakukan PKBM ANSA pada 28 – 30 April 2014 lalu, rata-rata tertinggi diraih oleh siswa HSKS Semarang, atas nama Alkhan Ghazy Madany, diikuti oleh warga belajar PKBM Ansa atas nama Hanif Farizan Al Asyraf, dan ketiga diraih oleh siswa HSKS atas nama Joshua Arbie Yedidya Mincelungan,” kata Fakhrudin.
Ia berharap pada ujian sekolah paket A nanti, semua peserta dari PKBM dapat lulus dan melanjutkan ke jenjang selanjutnya. “Ada beberapa warga belajar yang sudah diterima di beberapa SMP favorit di Kota Semarang, semoga semuanya lulus 100 persen,” tutur Fakhrudin.
Terpisah Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Dinas Pendidikan Kota Semarang Sutarto mengatakan secara teknis, siswa homeschooling tidak dapat mengikuti ujian sekolah jika tidak ditampung dalam wadah PKBM. “Bahkan bagi siswa sekolah formal yang tidak lulus bisa mengikuti ujian sekolah paket A, dengan cara mendaftar di PKBM terdekat,” kata Sutarto. (mg1/ton)