KENDAL — Puluhan warga Sukomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Sabtu (17/5) malam, menggeruduk Balai Desa setempat. Mereka menolak adanya galian C, karena telah merusak lingkungan dan berdampak pada terjadinya bencana alam.
Ketua RW setempat, Bukhori, mengatakan, dampak timbul akibat penambangan galian C, merugikan warga sekitar. ”Selain bisa menyebabkan tanah longsor, kerusakan alam lainnya yang timbul, hilangnya resapan air. Sehingga bisa menimbulkan banjir jika musim penghujan.”
Tidak hanya itu. Jalan-jalan desa, tutur Bukhori, juga banyak yang longsor. Juga rusak akibat kerap dilalui kendaraan berat yang lalu lalang mengambil material di lokasi penambangan.
”Selain itu, banyak debu dari material galian C yang berakibat pada kesehatan warga setempat. Banyak warga yang batuk dan sakit sesak napas.”
Menurut dia, galian C lebih banyak merugikan ketimbang menguntungkan warga setempat. ”Kami minta agar lurah tidak lagi memberikan izin penambangan galian C dan menghentikan aktivitas galian C yang ada saat ini,” tuntutnya.
Selama protes, ratusan warga membentangkan sejumlah poster dan spanduk. Isinya, meminta agar galian C segera dihentikan. Permintaan warga dikabulkan. Pihak kelurahan memutuskan untuk tidak mengizinkan kegiatan penambangan galian C di wilayah Sukomulyo.
Dalam protes tersebut, sempat terjadi adu mulut antara warga yang pro galian C dengan warga yang menolak. Ujung-ujungnya, sempat terjadi kekerasan fisik antar-kedua kelompok.
Aksi saling jotos pun terjadi, saat warga yang mendukung penambangan galian C, meminta pihak desa untuk memberikan izin. Kontan saja, ratusan warga yang menolak, mencoba menghakimi warga yang pro.
Aksi saling dorong dan keroyok, tidak dapat dihindari. Beruntung, petugas keamanan dari Polsek Kaliwungu dan Babinsa Koramil Kaliwungu sigap. Mereka berhasil melerai perkelahian warga. Selanjutnya, warga yang mendukung galian C, dibawa ke Mapolsek Kaliwungu agar tidak lagi menimbulkan keributan. (bud/isk/ce1)