Ribuan Lampion Terangi Semarang

106

BOJONG SALAMAN — Ribuan masyarakat Kota Semarang memadati sepanjang bantaran sungai Banjir Kanal Barat, Sabtu (17/5) malam. Mereka tampak antusias menyaksikan event Festival Banjir Kanal Barat yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang. Dengan mengusung tema “Perahu Lampion Warak” Pemkot Semarang berusaha menarik minat masyarakat agar meramaikan kawasan Banjir Kanal Barat yang saat ini sudah dibangun dengan megah dan tampak cantik.

Salah satu daya tarik pengunjung untuk datang ke Banjir Kanal Barat adalah adanya 5.000 lampion yang diterbangkan dan menerangi langit Semarang. Selain itu juga ada 21 kapal hias berlampu warna-warni yang berlayar di tengah sungai.
Seorang warga, Sugiarto, 33, mengaku sengaja datang untuk meyaksikan festival lampion dan perahu hias. Ia mengaku senang dengan adanya event yang memihak masyarakat kecil. Jauh-jauh ia datang dari Kecamatan Tugu bersama keluarga. “Senang, ada hiburan, jadi bisa sekalian refreshing,” akunya.

Ia berharap agar pemkot Semarang setiap tahun bisa terus mengagendakan festival ini. Selain murah, festival bisa untuk memperkenalkan Kota Atlas. “Inginnya acaranya tiap tahun, bisa berganti-ganti biar meriah.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, festival dilakukan dalam rangkaian acara HUT Kota Semarang ke-467. Berbagai acara sudah dilakukan sedari pagi. Mulai dari lomba mancing yang diikuti 4.000 peserta sampai lomba voli di Simpanglima. “Ini sebagai upaya untuk membuat Semarang lebih moncer, hebat dan terus maju,” katanya.

Hendi, begitu sapaan akrabnya, mengaku senang dengan antusias masyarakat Kota Semarang. Ia mengucapkan banyak terima kasih atas terselenggaranya festival tersebut. Hendi berharap, masyarakat bisa sengkuyung untuk bersama memajukan Kota Semarang. “Mari sama-sama untuk membangun Semarang ke depan. Ini sekaligus sebagai hiburan rakyat,” tambahnya.

Pengunjung lain, Umi Masruroh mengaku terkesan dengan festival perahu hias di Banjir Kanal Barat. Perahu-perahu yang dihias, semua menarik dan memikat. Meski begitu, perahu kurang lancar berjalan karena kondisi Banjir Kanal Barat yang dangkal. “Mestinya airnya banyak, biar perahu tidak kandas,” katanya.

Perahu yang dihias cukup beragam. Mulai dari warak, simbol buku, pagoda, serta sejumlah ikon-ikon wisata Kota Semarang lainnya. Kondisi kian meriah, ketika sejumlah kapal mengeluarkan kembang api di tengah Banjir Kanal Barat. “Meriah. Saya berharap tahun depan lebih meriah lagi,” tambah Umi. (fth/ton)