Pesta Sabu di Sunan Kuning

168

BARUSARI — Aparat Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Semarang menggerebek pesta sabu-sabu yang digelar di sebuah tempat karaoke di kawasan lokalisasi Sunan Kuning (SK), Kalibanteng Kulon, Semarang, Senin (5/5) lalu. Ironisnya, pesta narkoba itu dilakukan saat sejumlah warga sekitar lokasi sedang menggelar pengajian.
Dalam penggerebekan itu, petugas mengamankan empat orang. Mereka adalah pemilik tempat karaoke Wisma Bayu bernama Siti Hartini, 46, Jalan Jonggring Saloko, Semarang Barat, serta seorang kasir di tempat karaoke tersebut, Untung Suranto, 31, warga Jalan Pringgodani, Semarang Barat. Dua tersangka lainnya adalah Ayu Rinjani, 43, warga Jalan Erowati, Bulu Lor, Semarang Utara, dan Andi S, 31, warga Tanjung Mas, Semarang Utara.
Saat digerebek, keempat tersangka masih dalam kondisi sakaw akibat mengonsumsi barang haram tersebut. Selain sebagai pemakai, tersangka Andi merupakan pengedar sabu-sabu di Kota Semarang.
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono menjelaskan, keempat tersangka digerebek saat asyik mengonsumsi sabu. Saat pesta narkoba itu, sejumlah warga sekitar lokasi sedang menggelar pengajian. ”Keempatnya diamankan di satu lokasi. Saat itu (tempat karaoke) sedang sepi, karena di gang lain ada pengajian,” jelas Djihartono saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Minggu (18/5).
Dalam gelar perkara, hanya dua tersangka yang dihadirkan. Sebab, dua tersangka wanita sedang sakit. ”Ada empat tersangka, dua pria dan dua wanita. Tapi, yang wanita sedang sakit. Satu wanita pemilik tempat karaoke itu,” katanya.
Dari tangan para tersangka, petugas menyita barang bukti satu kantong plastik berisi sabu, dua plastik kecil bekas pembungkus sabu, dua handphone BlackBerry dan Evercoss C2, satu sepeda motor Yamaha RX King hitam bernopol R 5604 AL serta bong atau pengisap sabu.
Djihartono menyatakan, pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut. ”Kami masih kembangkan, termasuk dari mana tersangka mendapatkan barang itu,” ujarnya.

Kasat Reserse Narkoba AKBP Iskandar Sitorus menambahkan, dari empat tersangka yang diamankan, satu di antaranya diduga kuat sebagai pengedar. Ia adalah Andi S. Dugaan tersebut muncul setelah penyidik mendapatkan keterangan dari tersangka lain yang menyatakan bahwa Andi membawa dua paket sabu sebelum digunakan berpesta bersama. ”Tersangka Andi diduga pengedar. Sebelum pesta sabu di lokasi, ia datang membawa dua paket sabu. Satu disimpan dan satunya dipakai bersama,” bebernya.
Andi juga diduga sebagai pemain lama. Terlebih sebelum tertangkap pesta sabu, Andi baru saja melakukan transaksi narkoba. Meski demikian, jelas Iskandar, pihaknya masih memerlukan pengembangan terhadap tersangka Andi guna mengungkap jaringannya.
”Kami akan terus kejar keterangan dari Andi. Dugaan kami, Andi sudah lama bermain. Andi itu pengedar dan pemakai, kalau tiga tersangka lain sementara ini baru pemakai,” papar Iskandar.
Tersangka Untung mengakui, jika di lokasi tersebut kerap dipakai pesta narkoba. Namun ia mengaku baru kali pertama ikut bergabung. Sebelumnya, ia bersama rekannya sedang asyik karaoke. Tak lama kemudian, ia ditawari untuk ikut pesta sabu-sabu. ”Baru pertama kali ikut nyabu. Saya hanya diajak saja. Semua barang (sabu-sabu, Red) dari Andi,” aku Untung. Atas perbuatannya, keempat tersangka bakal dijerat pasal 112 ayat (1) subsider pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. (fth/aro/ce1)

Tinggalkan Komentar: