MUNGKID– Patung ogoh-ogoh yang dikenal di Pulau Bali ikut menghiasi kegiatan pawai budaya Desa Wanurejo Kecamatan Borobudur, kemarin. Kegiatan yang digelar setiap tahun itu mampu menyedot animo wistawan.       
Pantauan Radar Semarang di sepanjang jalan mulai dari Candi Pawon, Jalan Pramodyawardani, Jalan Balaputradewa, dan berakhir di Lapangan Pondok Tingal kemarin, warga sangat antusias melihat pawai budaya tersebut. Sejumlah turis mancanegara juga terlihat menikmati pawai itu.       
Selain ogoh-ogoh kirab dimeriahkan berbgai potensi seni, budaya, dan hasil bumi masyarakat setempat. Aneka alat musik pengiring kesenian tradisional, memeriahkan acara tahunan yang pada 2014 sebagai kegiatan ke-11 itu.
Tampak hadir dalam kegiatan kemarin, antara lain Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Magelang, Dian Setya Dharma, Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Lailly Prihatiningtyas, Kepala Unit PT Taman Wisata Candi Borobudur Bambang Irianto, dan Camat Borobudur Nanda Cahyadi Pribadi.       
Rangkaian kegiatan sendiri sudah dimulai pekan kemarin dengan prosesi warga membawa air dari Umbul Tirta menuju makam cikal bakal desa setempat, KGPH Wanu Tejokusuma, di Desa Wanurejo.       
Usai pawai budaya, dilanjutkan pementasan aneka kesenian tradisional dan pameran potensi unggulan desa setempat yang juga desa wisata kawasan Candi Borobudur. Panitia menyiapkan 22 gerai untuk pameran potensi Desa Wanurejo di Lapangan Pondok Tingal.       
Ketua Panitia Gelar Budaya Wanurejo 2014 Bendrat mengatakan, kegiatan itu untuk promosi potensi desa setempat. Terutama terkait dengan pengembangan kepariwisataan kawasan Candi Borobudur, seperti produk kerajinan rakyat, kuliner, dan pertanian.  “Selain itu, gelar budaya memantapkan semangat warga untuk membangun persatuan dan kesatuan dalam hidup sehari-hari,” kata dia.
Camat Borobudur Nanda Cahyadi Pribadi mengapresiasi kegiatan itu, karena selain wujud warga melestarikan seni dan budaya, juga memamerkan potensi kekayaan desa, yang bermanfaat untuk mendukung pengembangan kepariwisataan kawasan Candi Borobudur.
“Ini menjadi ikon Desa Wanurejo sebagai desa wisata. Ke depan diharapkan terus menjadi agenda tahunan. Ini menjadi sarana untuk menyebarluaskan kepariwisataan kawasan Candi Borobudur,” harapnya. (vie/lis)