Kualitas Proyek Bangunan Rendah

46

TEMANGGUNG–Kualitas proyek pembangunan yang diselenggarakan Pemkab Temanggung melalui rekanan dinilai sangat rendah. Hal tersebut diketahui dari usia bangunan yang tidak sesuai dengan jangka waktu yang diharapkan. Legislatif meminta Pemkab melakukan terobosan khusus menyikapi rekanan yang membangun tidak sesuai standar dengan hasil yang rendah.
Anggota Fraksi PPP DPRD Temanggung, Mudiyanto, mengatakan hasil pengamatan anggota fraksi berlambang Kakbah ini terhadap proyek infrastruktur, hasilnya mengecewakan. Menurutnya, hal tersebut terjadi karena minimnya pengawasan yang dilakukan Pemkab terhadap proyek. “Pengawasan proyek itu problem utama yang menyebabkan kualitas bangunan rendah,” katanya.
Ia mengatakan, proyek bangunan dengan kualitas rendah menyebabkan kondisi usia bangunan tidak sesuai dengan jangka waktu penyusutan bangunan yang diprediksikan. Bangunan menjadi cepat rusak sehingga membutuhkan perbaikan ulang. Untuk melakukan perbaikan ulang diperlukan anggaran kembali dari daerah setelah masa perawatan bangunan selesai. “Pemborosan anggaran kalau demikian,” katanya.
Ia menjelaskan, untuk kualitas bangunan yang sering mengalami kerusakan adalah pada jalan raya dan bangunan fisik lain. Jalan raya menjadi paling kentara lantaran salah satu dampaknya terjadi kerusakan badan jalan. Muncul banyak lubang jalan atau aspal yang melorot. “Pemkab harus membentuk tim pemantau dan pengawas proyek yang bekerja optimal,” tegasnya.
Hal senada juga diutarakan anggota Fraksi PKB, Umi Tsuwaibah. Pihaknya menemukan banyak kasus kualitas bangunan hasil pembangunan oleh Pemkab Temanggung sangat rendah. Hal tersebut mengharuskan Pemkab bersikap tegas sehingga problem kerusakan bangunan dapat diantisipasi. Pihaknya mengatakan, salah satu kerugian yang dialami adalah masyarakat tidak dapat sepenuhnya menikmati hasil pembangunan.
“Pengawasan itu sangat dibutuhkan. Jangan hanya formalitas tetapi harus dilakukan efektif. Banyak modus yang dilakukan rekanan untuk mengurangi kualitas bangunan dan Pemkab harus membaca hal tersebut serta menemukan langkah pencegahan,” tandasnya.
Wakil Bupati Temanggung, Irawan Prasetyadi mengatakan, tentang kualitas bangunan pihaknya berjanji akan menindaklanjuti dengan tim teknis pemantauan. Ia berjanji dalam pembangunan berikutnya akan mengutamakan pengawasan sehingga hasilnya dapat optimal. (zah/lis)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here