CITARUM — Adi Setyawan, 18, harus berurusan dengan petugas Polsek Gayamsari, lantaran kedapatan membawa senjata tajam (sajam) jenis gobang dan trihex saat terjaring razia di Jalan Citarum, Semarang, Minggu (18/5) dini hari. Tidak hanya itu, Adi sempat menjadi bulan-bulanan warga karena diduga sebagai pelaku perampasan di Kota Semarang.
Gelagat Adi sudah dicurigai sejumlah petugas Polsek Gayamsari yang melakukan razia. Sedari jauh, Adi sudah berusaha memutar balik Satria FU yang dikemudikan ketika mendapati sejumlah petugas. Beruntung, dengan sigap petugas berbaju preman berhasil mengamankannya.
Di tengah pemeriksaan, Adi bahkan berusaha kabur dan berlari. Saat ditanya, Adi tidak bisa menunjukkan surat-surat kendaraan. Tidak hanya itu, petugas juga mengamankan sajam jenis gobang dan sejumlah pil trihex yang disimpan. ”Itu gobang hanya untuk berjaga-jaga, sebelumnya motor saya sempat ditodong mau dirampas,” kilah Adi.
Pun ketika ditanya sejumlah pil trihex yang disimpan di dalam tasnya. Adi berkilah jika barang itu milik temannya. Ia terus berkilah dan mengaku tidak tahu dengan gobang dan trihex yang ditemukan petugas. Tidak percaya begitu saja, petugas langsung memborgol dan mengamankan Adi ke Mapolsek Gayamsari. ”Pil itu milik teman saya. Saya tidak tahu apa-apa,” kilanya lagi.
Kapolsek Gayamsari, Kompol Juara Silalahi mengatakan bahwa razia dilakukan untuk menekan angka kriminalitas di Semarang. Selain Adi, petugas sempat mengamankan dua lelaki yang kedapatan membawa paving blok. ”Dua pemuda itu masih dalam kondisi mabuk. Kami amankan karena membawa paving,” katanya.
Juara menambahkan dalam razia pelaku perampasan tersebut, petugas juga mengamankan belasan sepeda motor yang tidak dilengkapi surat-surat kendaraan. ”Sasaran kami memang pelaku perampasan. Ini sebagai upaya mencegah terjadinya aksi kriminalitas,” tambahnya. (fth/ida/ce1)