Diduga Sedang Memadu Kasih

KLATEN – Peristiwa tragis menimpa dua siswa SMP swasta di wilayah Kecamatan Delanggu, Klaten. Keduanya adalah Aji Pamungkas, 15, warga Desa Pandanan dan Puji Astuti, 15, Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari. Mereka tewas setelah terseret kereta api (KA) saat berada di perlintasan rel Desa Tlobong, Kecamatan Delanggu.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, kejadian yang dialami dua anak baru gede (ABG) ini terjadi kemarin dini hari (17/5). Sekitar pukul 02.00, keduanya diduga sedang memadu kasih di sekitar lokasi kejadian.
Saat yang bersamaan, melintas KA jurusan Jakarta-Surabaya melintas dengan kecepatan tinggi. Dua sejoli tersebut diduga sedang berduaan di dekat rel KA. Tak ayal, saat kereta melintas, menyambar tubuh keduanya. Akibatnya, dua tubuh ABG ini terseret hingga puluhan meter.
Saat ditemukan petugas yang memeriksa perlintasan rel, kondisi tubuh sudah tidak terbentuk. Potongan tubuh, seperti kepala, kaki, dan sebagian badan terpisah. Pagi hari, peristiwa tersebut menghebohkan warga sekitar.
Ratusan orang datang untuk melihat secara dekat kondisi korban. Sebagian warga membantu polisi untuk mengevakuasi tubuh korban yang kondisinya hancur. Setelah berhasil dikumpulkan, dua jenazah langsung dilarikan ke Rumah Sakit Soeradji Tirtonegoro (RSST) Klaten untuk divisum.
Belum jelas penyebab secara pasti kejadian yang menghilangkan nyawa kedua ABG tersebut. Polisi masih mengembangkan kasus dengan melakukan pemeriksaan terhadap kerabat korban. ”Kami masih melakukan penyelidikan terhadap peristiwa tersebut. Dari keterangan saksi, dua korban tidak ada masalah dengan keluarga. Namun kami masih terus meminta keterangan anggota keluarga lain. Kondisi orangtua korban masih shock, sehingga belum dapat dimintai keterangan,” terang Kapolsek Delanggu AKP Sutanto mewakili Kapolres Klaten AKBP Nazirwan Adji Wibowo.
Belum dapat dipastikan apakah tewasnya korban disebabkan bunuh diri atau karena ketidaksengajaan saat ada KA melintas. Polisi belum mengetahui siapa saksi saat peristiwa terjadi.
”Kejadian sekitar 02.00, kebanyakan warga sedang istirahat. Jadi kami masih terus mengembangkan kasus ini untuk mengetahui yang melatarbelakangi peristiwa tersebut. Setelah visum selesai, jenazah diserahkan ke keluarga untuk proses pemakaman,” tambahnya. (oh/un/jpnn/ric)