SALATIGA — Sebanyak 2.906 siswa akan mengikuti ujian sekolah berstandar daerah tingkat SD/MI/SDLB/KPL dan program kejar paket A/Ula mulai Senin (19/5). Ujian akan dilaksanakan 107 sekolah dengan keseluruhan 192 ruang.
Jumlah siswa itu terdiri dari 189 siswa MI, 7 siswa SDLB, 23 siswa program kejar paket A dan 2.687 sisanya merupakan siswa SD. Ujian akan berlangsung hingga Rabu (21/5) dengan tiga mata pelajaran yang diujikan, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA.  Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Salatiga, Tedjo Supriyanto menuturkan, hanya ada satu sekolah yang ujiannya bergabung dengan sekolah lain, yaitu SD Hidayatullah Sidorejo bergabung dengan SD Sidorejo Lor 1.
“Untuk pengambilan naskah soal ujian telah dilakukan Kamis (15/5) di Pura Barutama Kudus dimana soal-soal itu dicetak. Saat ini naskah soal disimpan di posko ujian sekolah yang berada di kantor Disdikpora dengan pengawalan ketat petugas kepolisian,” terang Tedjo di ruang kerjanya. 
Berbeda dengan ujian nasional SMA yang pembuatan soalnya didominasi pusat, untuk soal ujian sekolah tingkat SD, 75 persen soal disusun oleh Dinas Pendidikan Provinsi dan 25 persen sisanya pusat. “Pembuatan soal dilakukan oleh guru-guru yang terpilih di seluruh daerah di Jawa Tengah,” jelas Tedjo. 
Disinggung tentang target kelulusan, Disdikpora berharap mampu mencapai 100 persen seperti yang terjadi dalam kurun empat tahun terakhir. Sejak 2010 hingga 2013, Kota Salatiga meraih peringkat pertama angka kelulusan tingkat SD se-Jateng.  Sedangkan untuk ujian susulan, lanjjut Tedjo, digelar pada Senin-Rabu (2-4/6). 
Lebih jauh Tedjo menuturkan,untuk pengawasan ujian menerapkan metode silang penuh dalam satu kecamatan. Artinya, guru sekolah di sebuah kecamatan akan menjadi pengawas pelaksanaan ujian di sekolah lain yang berada dalam satu kecamatan. Ujian sekolah tingkat SD tahun ini diawasi ada 384 tenaga guru. (sas/ric)