Sekolah Gelar Tes PPDB, Diprotes


UNGARAN- Beberapa SMA di Kabupaten Semarang ditengarai menyelenggaran tes dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Padahal jelas-jelas pelaksanaan tes PPDB tidak diperkenankan untuk tahun ajaran 2014/2015.
Berdasarkan surat ketentuan PPDB tahun ajaran 2014/2015 oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah nomor 422.1/13975 yang disampaikan kepada Bupati/Walikota UP Kepala Dinas Pendidikan se-Jawa Tengah, disebutkan bahwa secara prinsip penerimaan siswa baru tingkat SMA/SMK harus berdasarkan kriteria hasil ujian nasional (unas). Selanjutnya, penerimaan siswa melihat daya tampung sekolah atau madrasah, nilai bonus prestasi, dan rayonisasi oleh pemerintah setempat.
“Padahal sudah ada surat dari Dinas Pendidikan Provinsi tentang aturan PPDB yang tidak megatur ketentuan untuk tes masuk. Tetapi kami mendapatkan laporan yang menyebutkan SMA Bergas dan SMA Negeri 1 Ungaran akan menyelenggarakan ujian masuk jalur prestasi,” kata Wakil Ketua Komisi D Kabupaten Semarang, Said Riswanto, Jumat (16/5).
Menurut Said, informasinya ada tiga sekolah yakni SMA Negeri 1 Ungaran, SMA Negeri 1 Bergas, dan SMA Negeri 1  Ambarawa. Namun saat dicek kembali, ternyata SMA 1 Bergas dan SMA 1 Ambarawa membatalkan rencana tes PPDB. “Tinggal SMA 1 Ungaran katanya masih akan tetap melaksanakan tes,” kata Said.
Kepala Dinas P dan K Kabupaten Semarang,Dewi Pramuningsih menjelaskan, pihaknya sudah meminta kepada semua sekolah bahwa menerima peserta didik baru berdasarkan nilai unas dan prestasi yang dimiliki siswa. Pihaknya juga telah meminta tes di SMA Negeri 1 Ungaran ditunda.
“Tes masuk sekolah diatur melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2010 dan dimungkinkan dilakukan jika jumlah peserta didik dengan rombongan belajar melebihi. Tetapi kami sudah meminta semua sekolah agar penerimaan peserta didik baru berdasarkan nilai unas dan prestasi yang dimiliki siswa. Tes masuk di SMA 1 Ungaran sudah kita bahas. Rencananya Jumat (16/5) pagi ini, tetapi kami minta ditunda terlebih dahulu,” kata Dewi.
Sedangkan Komite SMA Negeri 1 Ungaran, Zainal Abidin beralasan, tes seleksi masuk sekolah itu penting. Sebab ada kekhawatiran banyak pejabat yang nantinya titip peserta didik baru agar bisa masuk ke sekolah tersebut. “Kami khawatir kalau tidak ada tes seleksi justru praktek titip siswa untuk masuk,” ungkapnya. (tyo/ton)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here