TEMANGGUNG–Penertiban pedagang kaki lima (PKL) di pintu masuk Pasar Kliwon Utara Temanggung yang diresahkan oleh para pedagang membuat DPRD setempat bersikap. Komisi C DPRD Temanggung secara khusus akan memanggil Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM untuk penertiban yang dinilai berat sebelah tersebut. Tidak hanya Disperindagkop, Komisi C juga akan mengundang SKPD terkait lainnya.
“Kita akan bawa ke rapat komisi, nanti kita akan panggil dinasnya. Kita akan segera ambil sikap,” kata Ketua Komisi C DPRD Temanggung, Slamet.
Ia mengatakan, pemanggilan dinas sangat penting, mengingat untuk penertiban seharusnya telah dilaksanakan sejak tahun lalu. Namun rekomendasi yang diturunkan dari DPRD Temanggung dengan dasar rekomendasi tim penilai adipura tahun lalu tersebut tidak ditindaklanjuti dengan baik. “Kita akan klarifikasi bagaimana penjelasan mereka,” katanya.
Pihaknya segera akan menggelar rapat khusus usai menyelesaikan rapat pansus dan paripurna LKPJ Bupati Temanggung dan sejumlah perda yang akan disahkan pada Senin depan. “Kita atur waktunya, yang pasti secepatnya akan kita rapat,” katanya.
Muladi, 41, PKL di pasar setempat menilai pemerintah tidak tegas. Sebab penertiban PKL di pintu masuk hanya dilakukan di pintu masuk pasar utara, sedangkan di pintu masuk pasar selatan dan selatan barat tidak tertibkan. Bahkan terkesan didiamkan oleh Pemkab. Padahal Pemkab telah berjanji akan segera melakukan penertiban di semua pintu masuk. “Mana buktinya, sampai saat ini juga belum ditertibkan, masih banyak PKL yang berjaja,”katanya. (zah/lis)