GEDUNG BERLIAN – Dipasangnya Ketua Umum PAN Hatta Rajasa sebagai cawapres pendamping Prabowo Subianto mendapatkan penolakan dari DPW PPP Jateng. PPP meminta penentuan cawapres Prabowo dibicarakan bersama dengan partai yang sudah menyatakan berkoalisi bersama Gerindra.
”Jangan diputuskan sendiri seperti itu, kami khawatir hasilnya nanti tidak produktif dan tidak maksimal,” ujar Wakil Ketua DPW PPP Jateng, Istajib.
Dia menambahkan, dipasangnya Hatta Rajasa seolah ditentukan sendiri, tanpa mengajak bicara partai koalisi pengusung Prabowo. Dia khawatir, hal itu akan membuat pasangan Prabowo-Hatta kalah sebelum bertanding.
”Saya melihat pasangan ini kalah sebelum bertanding. Kalau dilihat, partai pengusung di luar PAN juga kurang bersemangat,” paparnya.
Menurutnya, penentuan cawapres harus tepat karena yang akan dihadapi Prabowo adalah capres populer, yaitu Joko Widodo (Jokowi). Istajib berharap, pasangan Prabowo bukan dari struktur partai.
Dia mencontohkan beberapa nama yang bisa diterima seluruh partai koalisi pengusung adalah Abraham Samad, Mahfud MD, atau Rhoma Irama.
”Kami ikhlas Ketua Umum PPP Suryadharma Ali tidak jadi cawapres asalkan pendamping Prabowo bisa diterima semua pihak,” ungkapnya.
Sementara itu, PKB Jateng sudah menyiapkan sejumlah strategi dalam upaya pemenangan capres Jokowi pada pilpres 2014. PKB bersama Partai Nasdem sepakat mendukung PDIP mengusung Jokowi.
Ketua DPW Garda Bangsa Jateng Muh Zen Adv mengatakan, PKB Jateng akan mengamankan dan menjalankan apa yang sudah menjadi keputusan DPP dalam pilpres 2014.
Sejumlah hal yang akan dilakukan untuk pemenangan Jokowi adalah akan mengerahkan para kiai untuk menjadi juru kampanye di kampungnya masing-masing. Baik para kiai yang ada di struktural maupun kultural partai. (ric/isk/ce1)