Tiket Kereta Lebaran Sudah Bisa Dipesan



2071

SEMARANG — PT Kereta Api Indonesia (KAI), Kamis (15/5) besok mulai membuka penjualan tiket Kereta Api (KA) tambahan Lebaran. Tiket tersebut diberikan untuk melayani perjalanan mulai 21 Juli hingga 5 Agustus 2014.
Executive Vice President PT KAI Daop 4 Semarang, Wawan Aryanto mengatakan bahwa penjualan tiket tambahan Lebaran sesuai dengan Gapeka baru yang berlaku mulai 1 Juni lalu. Sedikitnya akan ada empat rangkaian kereta tambahan Lebaran yang melintas di wilayah Daop 4 Semarang.
”Nanti ada sekitar 4 KA Tambahan Lebaran dari wilayah kami, yakni kereta komersial Gumarang Lebaran, dan untuk KA Tambahan nonkomersil Tawang Jaya Lebaran, Matarmaja Lebaran, dan Kertajaya Lebaran,” katanya, kemarin.
Menurutnya, dengan dibukanya pemesanan tiket KA tambahan Lebaran, masyarakat bisa memanfaatkannya dengan baik. Diharapkan calon penumpang yang nantinya memesan tiket, dapat mengecek dengan benar jam keberangkatan dan kedatangan KA. ”Untuk penjualan tiket KA Lebaran kelas komersial maupun kelas ekonomi dilayani sejak 90 hari sebelum keberangkatan dan running ticketing dimulai jam 00.00 WIB,” ungkapnya.
Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Eko Budiyanto menambahkan, penjualan tiket KA tambahan Lebaran tidak berbeda dengan penjualan tiket KA Lebaran reguler. Masyarakat bisa melakukan pemesanan melalui stasiun, kantor pos, agen tiket KA, Indomaret, Alfamart, dan melalui Railcard & Railbox, CIMB Clicks, Fastpay, dan Contact Center 121. ”Untuk Contact Center 121 dan beberapa loket di wilayah Daop 4 Semarang buka selama 24 jam,” imbuhnya.
Dijelaskan, okupansi untuk KA Tambahan akan diberikan secara maksimum, yakni 100 persen untuk semua kelas dan khusus kereta lokal 150 persen. Pada saat kapasitas angkut sudah terpenuhi, PT KAI tidak mengeluarkan tiket lagi untuk KA yang bersangkutan.
”Tarif KA kelas komersial (non PSO) bervariasi sesuai dengan tujuan dan tanggal keberangkatan. Sementara untuk tarif parsial hanya berlaku untuk KA dengan kelas komersial, baik kelas eksekutif, bisnis, ekonomi AC,” jelasnya.(hid/aln/ida/ce1)