Lolos PNS, Tak Bisa Pemberkasan

68

DEMAK-Imron Rosyadi, honorer K2 yang mengabdi di SDN Wringinjajar 1, Kecamatan Mranggen, kemarin, mendatangi kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Demak, di Jalan Sultan Hadiwijaya.  Ia menanyakan kejelasan nasibnya yang diterima atau lolos sebagai PNS jalur K2, namun tidak dapat melakukan pemberkasan.
Terkait hal itu, Imron meminta pertanggungjawaban BKD. Imron mengklaim, ia sudah dua kali lolos. Namun, selalu tak bisa menjalani pemberkasan.
“Pada 2005, saya lulus tapi hanya dapat surat verifikasi. Sedangkan teman saya yang lain lulus, dan berhasil jadi PNS. Kali ini, pada 2014, saya lulus lagi tapi gagal pemberkasan. Saya betul-betul kecewa. Sudah dua kali tidak bisa pemberkasan.”
Ia melanjutkan, “Ada apa ini? Karena itu, saya minta pertanggungjawaban BKD. Ini kaitannya nasib dan rezeki, maka akan saya perjuangkan terus,” kata Imron saat bertandang ke kantor BKD, kemarin.
Dikatakan, berbagai proses dan prosedur sudah dilalui dengan mulus. Tapi, tinggal pemberkasan, justru tidak bisa. “Saya ingin tahu alasan BKD apa kok mempermainkan nasib saya seperti ini.”
Imron mulai mengabdi sejak 1986 hingga sekarang tanpa putus. Ketika awal wiyata bakti, upahnya hanya Rp 4 ribu, kemudian naik menjadi Rp 170 ribu.
“Bahkan, untuk mencukupi kebutuhan, saya turut membantu teman-teman memperbaiki saluran listrik,” katanya.  
Ketua Forum Komunikasi Rakyat dan Mahasiswa Demak (FKRMD) M Rifai yang turut mengawal menuturkan, Imron menjadi salah satu guru yang diduga dikorbankan.
“Saya menduga, ini terjadi untuk menutupi ketidakbenaran,” jelasnya.
Sementara itu, Agus Siswanto, pegawai BKD yang menemui Imron kemarin mengatakan, pengaduan tersebut diterima. Namun, terkait masalah tersebut, ia belum isa diberikan jawabannya. “Nanti kita sampaikan ke pimpinan dulu.” (hib/isk)

Tinggalkan Komentar: